Apakah kita hidup di dunia ini hanya untuk menunggu mati? Tidak. Sama sekali bukan itu. Kita hidup ini dari dan untuk sampai lagi ke allah. ...
Apakah kita hidup di dunia ini hanya untuk menunggu mati? Tidak. Sama sekali bukan itu. Kita hidup ini dari dan untuk sampai lagi ke allah. Kita berjuang di dalam dunia yang kata Allah hanya sekejapan mata. Dan dalam waktu super kilat itu kadang kita roboh, kita goyah kita jatuh terpuruk, terjerembab, merasa asing dan hilang semangat. Tapi percayalah. Yang Maha Penuh Cinta pasti hadir. sangat dan Sangat dekat denganmu.
Misalkan saja, bila ada seseorang sakit-sakitan bertahun-tahun. Saking lamanya hingga si sakit sangat akrab dengan rasa sakitnya. Begitu rasa sakitnya datang, dia sapa penuh mesra dengan desahan-desahan manja. Kadang uh... Kadang ah. Iya sakit. Tapi si sakit sudah menikmati ketidaknyamanan itu. Dia sangat menikmati apa yang membuatnya tidak senang.
"Apa yang membuat kita sakit adalah ada konsep dalam diri kita bahwa sehat itu yang nikmat. Kalau kita tidak punya kaki. Tidak bisa jalan. Kita punya konsep bahwa yang punya kaki dan bisa berjalan itu adalah yang nikmat. Kalau sudah begitu kitalah yang menderita sendiri. Karena konsep kita-kita sendiri, " begitu kata si sakit pada si pendosa.
Tapi toh namanya juga manusia, si sakit ini suatu hari tak kuat lagi. Dirinya merasa Tuhan sudah sedemikian dekat mau menjemputnya. Maka dia meminta si pendosa untuk bertemu dengannya
"kayaknya aku sudah tak kuat lagi. Tak mungkin aku bisa bertahan hidup hingga tahun depan"
Si pendosa terkesiap,"akan aku mintakan ijin pada Tuhan. Untuk memberimu kekuatan dan kesehatan"
"kamu kan pendosa, apa dosa dosa mu tidak menghalangi terkabulnya doa mu pada Nya"
"Ya benar aku ini seorang pendosa kawanku. Biarlah doa doa ku sendiri tak dikabulkan Nya. Tapi Kekasihku itu pernah bilang orang yang mendoakan orang lain itu mulia. Tenanglah aku bantu engkau kawanku"
Maka si pendosa dengan kesadaran dirinya yang hina dina berangkat ke suatu forum bulanan di balai pemuda Surabaya. Berangkat dengan niat pasrah lillah. Sampai suatu ujung forum dimana berlangsung sesi doa berjamaah, si pendosa memulai doanya dengan kesadaran atas dirinya yang hina di mata Tuhannya.
Hanya satu doa. Bukan doa minta diampuni dosanya, demi jadi kaya, atau sukses dunia yang lain. Doa itu bukan untuk dirinya, melainkan hanya untuk si sakit. Dia mendoakan si sakit semoga segera pulih dan enakan lagi badannya.
Entah bagaimana. Mungkin tuhan pun sentimentil mendengar doa si pendosa. Sehingga sehari sesudah si pendosa panjatkan doa, si sakit tiba tiba enakan badannya dan dibolehkan pulang dari rumah sakit.
Mungkin, Tuhan merasa terharu. Di jaman seperti ini, kok masih ada orang yang mau maunya mendahulukan kepentingan orang lain dan menekan habis kepentingan diri nya sendiri. Entahlah!
Dunia begitu kering jiwa. Manusia kini secara tidak sadar telah memiliki tuhan-tuhan lain dalam sanubarinya. Pengertian syirik (menyekutukan...
Dunia begitu kering jiwa. Manusia kini secara tidak sadar telah memiliki tuhan-tuhan lain dalam sanubarinya. Pengertian syirik (menyekutukan) tidak melulu terbatas percaya pada zat gaib lain selain tuhan yang Esa, yang sejati. Tapi, makin kesini manusia bahkan percaya pada benda dan materi sebagai juru selamat dan pengabsahan kemuliaan hidup.
Beberapa contoh kecil kecil misalnya dalam keseharian. Anda akan dianggap mulia apabila kaya dan mapan. sudah punya mobil pribadi. Kalau bisa lebih dari satu. Tapi bila dirunut ke belakang, bisa jadi alasan kita membeli barang sedikit banyak ada zat rasa yang bernama norma. Apa kata orang kalau aku tidak bisa beli ini, beli itu. Apa kata teman lama kalau aku dari dulu sampai sekarang cuma bawa motor. Itu lah pengaruh norma. suatu kebenaran semi legal sesuai kesepakatan bersama suatu masyarakat.
Contoh lain lagi pengaruh norma adalah saat pesta pernikahan. Anda tidak akan dianggap mulia oleh tetangga anda bila anda tidak menggelar pesta pernikahan di gedung secara mewah. Coba lah survey pendapat orang kota, bagaimana seharusnya pesta pernikahan itu digelar. Pasti yang menjawab nikah di gedung itu lebih banyak dari nikah di depan rumah sendiri.
Entah siapa yang mengawali standar pesta pernikahan harus mewah? Atau mulai kapan masyarakat menyepakatinya? Atau sejak menjamurnya wedding organiser? Kita sampai rela berhutang supaya kesan para tamu akan pesta pernikahan kita tidak mengecewakan.
"Apakah salah? Apa tidak boleh? Dan apa urusanmu? Apa kamu cemburu pada pernikahan yang serba mewah?"
"Tidak begitu. Masalahnya bukan pada pesta mewahnya. Kalau soal itu silahkan. Toh duit punya mereka sendiri. Tapi rasanya manusia sekarang kok hidupnya sudah tidak perlu tuhan lagi"
Mereka hidup bukan untuk tuhan. Mereka tidak berani membela Nya. Tapi lebih berani hidup demi memperjuangkan omongan para tetangga, kesan dari para teman, komentar sahabat, serta impresi rekan bisnis.
Tapi, jangan lantas percaya begitu saja pada tuduhanku. Tidak semua orang memilih demikian. Seorang bapak tua di desa pantai utara punya Nasehat yang begitu menyimpang dari kebanyakan orang yang bicara padaku. Dia satu satu nya orang yang malah dengan tanpa basa-basi memberi usul yang bertolak belakang.
"Nak, kalau kamu nikah jangan di gedung. Selenggarakanlah dengan penuh kebersahajaan. Selenggarakanlah dengan kesadaran anti berlebih-lebih dan anti bermewah-mewah. Bukankah di luar sana ada saudara saudara kita yang tak mampu menikah secara mewah?"
Kalau kamu terjebak pada pusaran arus itu, lanjut bapak tua tadi, sama hal nya kamu meneguhkan bahwa menikah itu harus diselenggarakan secara mewah. Dan teman teman kamu yang kurang beruntung akan mati matian mengejar terpenuhinya standar tersebut
Orang kaya lantas dia menikmati hasil jerih payahnya dengan kemewahan itu sah-sah saja. Tapi itu sangat wajar dan hal yang biasa. Sehingga itu bukanlah prestasi. yang namanya prestasi adalah saat kamu kaya dan sukses, tapi kehidupanmu, gaya hidupmu tetap, sama sekali tidak berubah.
Kamu kaya tapi memilih untuk tidak tampil kaya. Kamu berharta tapi memilih terlihat miskin papa. Apalagi kamu dahulukan harta mu untuk dinikmati oleh yang serba kurang. Nak, percayalah itu baru suatu jalan kemuliaan. Itulah jalan hidup sang Kekasih Allah. Tinggal kamu mau mengikutinya atau tidak?
Esei tidak boleh mengingkari ilmu, tetapi tatkala ia menghadirkan dirinya, esei tidak diakui sebagai tulisan ilmiah. Esei tidak boleh mening...
Esei tidak boleh mengingkari ilmu, tetapi tatkala ia menghadirkan dirinya, esei tidak diakui sebagai tulisan ilmiah. Esei tidak boleh meninggalkan segala sisi dan kandungan kehidupan sosial, tetapi ketika ia hadir membawa hasil pergulatan sosialnya, ia dilarang untuk dipakai sebagai rujukan ilmu sosial.
Esei berendah hati kepada Tuhan dan mengapressiasi peri-kehidupan manusia beragama, tetapi esei tidak sah untuk dianggap sebagai patokan bagi para pembelajar dan penggiat Agama.
Esei mendalam dan menyentuh sebagaimana puisi, tapi jangan sekali-sekali menyebut esei adalah puisi.
Esei mengalir dan mendekap hati pembacanya seperti cerita pendek atau novel, tapi jangan taruh buku esei di rak cerita pendek dan novel.
Esei menggeluti mengunyah menyelami apa saja di samudera kebudayaan, tetapi tidak dibenarkan penulis ilmu kebudayaan mengutip kalimat-kalimat esei dengan mempercayainya sebagai kebenaran. Kebenaran kebudayaan berdomisili di Ilmu Kebudayaan, bukan di hamparan esei-esei kebudayaan.
Kebenaran Agama bertempat tinggal di almari buku-buku Agama, bukan di serpihan kemesraan kata-kata esei. Kebenaran Ilmu Kehidupan berada di kuasa tangan para Ilmuwan, bukan di lembaran esei-esei yang mensyukuri kehidupan.
Mr emha
Ada cerita seorang tua yang sangat miskin ketiban rejeki nomplok. Diajak oleh orang kaya berduit untuk berhaji ke tanah suci. Gratis bin ra ...
Ada cerita seorang tua yang sangat miskin ketiban rejeki nomplok. Diajak oleh orang kaya berduit untuk berhaji ke tanah suci. Gratis bin ra usah mbayar.
Anehnya waktu berangkat hingga sampai tanah suci si miskin ini tidak pernah sekalipun bersyukur. Padahal kan sangat jarang orang yang hajinya ditraktir.
Si kaya lalu nyeletuk ke si miskin
Sombong bener kamu énggak bersyukur
Ah emoh aku, ga mau
Lo kenapa ga mau?
Lah allah bilang lainsyakartum laazidannakum. Artinya kan siapa bersyukur maka aku tambah
Lo kan bagus kan bersyukur
Emoh aku. Pokok e emoh
Lah Kenapa toh?
Lah aku miskin e, kalau bersyukur aku nanti jadi tambah miskin. Lah katanya gusti pengeran 'aku tambah'
EAN
Sungguh ribuan kata di Dusunku menghilang makna sejatinya. Yang orang bilang kiai tapi aslinya gentho. Yang dibayar malah disebut pemerintah...
Sungguh ribuan kata di Dusunku menghilang makna sejatinya. Yang orang bilang kiai tapi aslinya gentho. Yang dibayar malah disebut pemerintah. Yang ngomong bela nilai-nilai tapi aslinya cuma bakul.
Kalau kata cinta kita konstelasikan dengan alam. Cinta alam. Selanjutnya ada pendaran kata di samping kanan dan kirinya : Pesisir, sungai, air terjun, bukit, gunung, mata air, pohon, mendung, hujan, matahari, dsb
Cinta itu keadaan dan mencintai itu kata kerja
siapa itu? Ga ada angin ga ada hujan kok ambil suara seenaknya, aku mencari sumber suara
Terkekeh. kalau aku angin kamu mau apa? Kalau aku hujan apa salahnya aku bicara?
manusia seenaknya sendiri! Yang lebih banyak mencintai itu kami. Bukan kalian. Mentang-mentang kami tidak bisa ngomong kalian menyebut diri kalian sendiri pencinta alam
lah ya memang kami kan yang cinta kamu. Kami tunjukkan keadaan cinta kami padamu. Kami naik gunung aku bilang ke seluruh dunia maya aku cinta gunung. Giliran ke pantai aku bilang cinta pantai dsb
enak saja main klaim. Seharusnya kami ini yang jadi subjek pencinta. Kami yang mencintai kalian
kamu ini siapa tho? Alam?rasanya kok berhak banget mengecam
tidak penting siapa aku. Kamu yang menyebut pencinta tapi kok sering melukai hati yang kamu cintai
kapan aku melukai hati ruh sang alam? Aku sudah jaga benar lelaku ku biar tidak merusak alam loh! tidak mbunuh, tidak ambil seenaknya, tidak meninggalkan sampah, tidak merusak
hemmph, gitu saja kok kamu sebut mencintai. Mencintai itu tulus memberi seperti kami. Sedangkan kalian itu bisanya cuma mengecam. Heran. Yang bolak-balik dikasih cinta tapi kok kecewa terus. Gitu malah anggap dirinya pencinta. Pencinta cap apa?capcai
aku beri hujan tapi kamu menghinaku. Aku beri cerah, panas malah kamu menghardikku. Aku beri dingin menusuk tulang kamu muak. Aku beri kelembaban kamu gerah. Aku mendung kamu geleng geleng kepala
Kalau begitu siapa yang yang lebih pantas disebut sang pencinta?
Kekasih. Aku ucapkan syukur padamu atas hal yang menurut ku remeh temeh. Padahal menurutmu itu anugerah terbesar semesta. Aku ucapkan syukur...
Kekasih. Aku ucapkan syukur padamu atas hal yang menurut ku remeh temeh. Padahal menurutmu itu anugerah terbesar semesta. Aku ucapkan syukur padamu saat pergantian pagi dan petang. Aku ucapkan syukur padamu atas nikmat hujan, nikmat penglihatan dan pendengaran yang terus kamu singgung dalam novelmu.
Apa daya ku. Aku hanya gelandangan yang terjebak materialisme. Aku punya baju lebih dari sepuluh. Padahal hanya satu yang ku pakai. Tak mungkin semua aku rangkap jadi satu saat memakainya.
Aku punya banyak angan. Ingin punya 3 atau lima mobil. Padahal tidak semua mobil serempak aku gunakan.Eh Bisa sih kekasih! kalau tiga mobil itu aku rantai berderet seperti kereta.
Aku juga ingin punya banyak rumah yang banyak kamar tidur nya. Padahal ya tidak mungkin semua kamar aku gunakan semua dalam waktu bersamaan. Apa iya saat tidur malam, gantian, sejam tidur dikamar ini, terus sejam pindah lagi ke kamar satu nya.
Aku juga sangat menikmati makanan mewah yang wah. Ada rasa bangga dan kepuasan luar biasa saat aku kuliner enak. Padahal rasa enak itu hanya mampir sebentar di lidah. Selain itu makanan enak itu kadar enaknya makin turun saat aku sudah kenyang dan tak nafsu makan.
Anganku ingin punya tiga istri. Tapi ah terus kan sendiri Padahal nya..... :) Kekasih menyapaku. "jadi mana yang menurut mu ilustrasi? Dan, mana yang menurut mu substansi?"
Kekasih ku datang padaku lagi. Sesuai pengalaman, caranya mendatangiku semau mau dia. Kebanyakan tanpa etika dan sopan santun. Meskipun aku ...
Kekasih ku datang padaku lagi. Sesuai pengalaman, caranya mendatangiku semau mau dia. Kebanyakan tanpa etika dan sopan santun. Meskipun aku tahu hal itu tidak penting baginya. Aku miliknya dan saham ku seratus persen untuknya.
Kali ini tiba tiba saja dia datang saat aku sibuk bekerja. Aku tak tahu dia lewat mana. Tidak ada suara engsel pintu. Hmm, bisa jadi dia melompat masuk lewat jendela seperti biasa. Tapi aneh pikirku, aku ini kan sedang di lantai sembilan!
"hai sayang" lengkungan bibir kebawah. sedang kesal. "lupa padaku?"
"maaf tapi aku sedang sibuk banget kerja. Cari uang. You know lah"
"sejak kapan manusia cari uang?" ucapan dengan nada akhir melengking. Makin kesal
"ya sejak dulu lah. Sejak kita di TK kita sudah digadang-gadang cari kerja bagus. jadi dokter jadi pilot atau jadi apapun yang 'menghasilkan'. Untuk apa kalau bukan uang?"
"wah makanya kamu tidak ingat aku kalau gitu" "lo, apa hubungannya?"
"kalau kamu sibuk, kamu harus bilang pada dunia aku sibuk dicari uang. Dengan begitu kamu kekasih ku yang istimewa. Aku bangga kalau kamu bilang begitu"
"kok jadi kelas tata bahasa dan filsafat gini sih jadinya. Aku kan sibuk. Nggak ada bedanya ah yang!"
"kalau kamu bilang sibuk cari uang, aku malu dan merasa hina. Kekasih yang aku cintai sengaja menjadikan dirinya tidak istimewa dengan menganggap ada dzat bernama uang yang ia anggap istimewa. Lagi pula aku cemburu. Seharusnya yang istimewa kan aku"
"iya sayang cinta nomor satu. Tapi namanya wong urip, wong tresna ya tetap butuh duit Dong"
"ya butuh tapi hanya sebatas kalimat perintah 'jangan lupakan'. bukan untuk dua kata kerja : mencari dan menyenangi"
Gresik, 6 April 2016
Sesedih apapun anda, temukan segala sesuatu yang membuat anda tersenyum dan bersyukur. Dan cara nya adalah menemukan Allah Matur nuwun mbah...
Sesedih apapun anda, temukan segala sesuatu yang membuat anda tersenyum dan bersyukur. Dan cara nya adalah menemukan Allah
Matur nuwun mbah nun, ilmuné..
Ada seorang sopir truk ban nya pecah, langsung mengucap alhamdulillah
Alasannya untung masih satu ban yang pecah
Nggak lama semua ban nya pecah. Tetap alhamdulillah lagi
Alasannya untung masih ban belum as patah
Eh malah as nya patah. Masih Tetap alhamdulillah
"Loh kok alhamdulillah cak?"
"Hnah, Daripada geger sing cuklek (tulang punggung yang patah)"
Kalau sekedar cita-cita menjadi presiden, pengusaha sukses, tokoh berprestasi, orang kaya dan yang semacam-macam itu, sangat mudah mencapain...
Kalau sekedar cita-cita menjadi presiden, pengusaha sukses, tokoh berprestasi, orang kaya dan yang semacam-macam itu, sangat mudah mencapainya
Tetapi yang begitu-begitu itu namanya bukan cita-cita, melainkan ambisi. Jelasnya, ambisi pribadi. Kita punya seratus piring nasi hari ini dan jutaan piring nasi untuk makan sampai ke masa depan, sementara orang lain hari ini belum pasti akan bisa makan sepiring nasi — itu bukanlah pencapaian cita-cita
Itu sukses karier pribadi. Dan karier pribadi itu memalukan di tengah sesama makhluk di jagat raya, apalagi di hadapan Maha Pencipta dan Pemilik Sejati segala sesuatu
DAUR EAN
Belum genap sebulan ada barbershop gaul di kota kecil kelahiran ku. Terselip kisah inspiratif dari kapster nya. Anda yang asli orang jawa mu...
Belum genap sebulan ada barbershop gaul di kota kecil kelahiran ku. Terselip kisah inspiratif dari kapster nya. Anda yang asli orang jawa mungkin lebih lazim menyebut kapster dengan tukang popol (cukur rambut)
Saat memangkas leher, eh maksud saya rambut saya. Hehe. Kami terlibat obrolan ringan. Dari situ saya tahu kalau dia sengaja keluar dari pabrik tempat nya kerja. Alasan nya simpel, ingin bisa lebih berkarya. Pekerjaan sbg tukang popol punya jam lebih leluasa dan kesempatan itu yang dia pakai untuk juga berekreasi berjualan craft vintage
Saat kutanya, bukannya lebih enak buruh pabrik ya mas, kan umk? Dia jawab, bukan umk nya mas, yang penting kebebasan untuk berkarya dan bahagianya. Soal rezeki ah itu urusan tuhan, optimis saja saya, wong tukang becak saja bisa kok Kuliahkan anak
Namanya orang cari ilmu itu nggak harus sama ulama, sama guru, sama profesor. Orang orang kecil di sela sela rimba hidupmu malah punya intisari ilmu kehidupan yang bisa bikin hidup mu lebih jembar. Lebih padhang. Lebih tenteram. Lebih mesra lagi kau dengan Tuhan mu
Selesai mangkas leher, eh rambut saya. Si tukang popol ini bilang pada customer yang sudah lama menunggu giliran. "kita break dulu sebentar, saya mau sholat". Di mata saya dia bukan hanya sekedar tukang popol rambut biasa
Suatu pagi seorang teman tiba tiba mengajak diskusi. Soal cicilan yang sesuai syariah dg yang pakai sistem ribawi. Harga motor 10 juta. Bai...
Suatu pagi seorang teman tiba tiba mengajak diskusi. Soal cicilan yang sesuai syariah dg yang pakai sistem ribawi.
Harga motor 10 juta. Baik riba dan syariah ada penambahan dari harga asli motor itu. Sehingga menjadi 12 juta. Sistem syariah merasa paling benar karena tidak pakai bunga dan akad nya jelas menambah 2 juta dalam cicilan.
Gimana sih ini ekonomi syariah... Yang esensial bukan sistem nya pakai riba atau enggak. Tapi jumlah tambahannya.
Kalau cara berpikir nya seperti itu maka suatu hari kelak kita boleh ngasih pinjaman ke teman 1 juta lalu kembali 1,5 juta asalkan itu berprinsip pada muamalah. Meskipun saya tidak yakin praktik seperti itu dinilai ibadah atau cari laba
Lebih jauh lagi, nanti ada seloroh nyinyir kayak Gini. "OH KITA GPP YA PAKE CELANA CINGKRANG DAN BERJENGGOT TAPI SUKA NYAKITIN SESAMA, YANG PENTING KAN PRINSIP SYARI NYA SOB!! Kalau gitu itu islam cap apa? Agama kok rasa pedagang banget sih
Bicara soal aksara bicara soal kata Kemarin pagi saat gerhana matahari aku bersama seorang teman @hikmawanfian cari sarapan. Mau lewat suat...
Bicara soal aksara bicara soal kata
Kemarin pagi saat gerhana matahari aku bersama seorang teman @hikmawanfian cari sarapan. Mau lewat suatu kampung ternyata dihadang dua bocah kecil pakai baju koko
Aku : tutup yo?
Boy 1 : tutup tutup. Ono sholat gerhana
Boy 2 : sholat id sholat id
Boy 1 : woy, kok sholat id!! Mendem ta koen?! Aku : cekikikan
Dua self aware yang begitu berbeda dari dua bocah kecil. Bocah 2 aware memahami sholat gerhana seperti sholat id. Ya memang suasana nya seperti sholat id. Pagi pagi dan mushola masjid sana sini dipenuhi jamaah. Apalagi waktu itu tanggal merah
Yg membuat ku cekikikan adalah bocah 1 yang tahu dan aware makna kata MENDEM (mabuk). Pertanyaan nya dari mana dia belajar arti kata itu?
Lalu kenapa dengan mudah dia mengidentifikasi bahwa itu keadaan MENDEM karena tidak sesuai hati nurani dan fakta?
Sementara, kenapa aku terserimpung dalam fakta dan kenikmatan semu tanpa tahu kalau aku dalam kondisi MENDEM?
Tidak ada kebenaran yang mutlak. Tidak ada satu macam kebenaran. Tapi sekarang banyak yang memaksakan kebenarannya masing masing Manusia lu...
Tidak ada kebenaran yang mutlak. Tidak ada satu macam kebenaran. Tapi sekarang banyak yang memaksakan kebenarannya masing masing
Manusia lupa. Padahal dalam 'novel' pemberian Tuhan, ada chapter berjudul KAMAR!!! Jelas disebut bahwa tuhan mensutradarai keragaman, bukan untuk mencari siapa yang benar atau lebih jauh berkonflik idealistik. Tapi kata tuhan : Li taarufi. Supaya kamu saling kenal mengenal dg balutan kasih sayang
Salah satu mobil di parkiran tiba-tiba berbicara padaku : "bahkan kami pun diciptakan manusia begitu beragam. Bukan untuk saling tabrak"
Semua hal bisa dilihat positif atau negatif === Ada sebuah minimarket yang nggak laku. Customer nya sepi. Saking stress nya owner lalu men...
Semua hal bisa dilihat positif atau negatif
===
Ada sebuah minimarket yang nggak laku. Customer nya sepi. Saking stress nya owner lalu mengumpulkan semua pekerja nya
Owner: ada gagasan nggak biar banyak customer datang? (Terus yang angkat tangan tukang parkir)
Tukang parkir : saya punya ide pak, itu di jalan depan sebelah sana 10 meter kesana 10 meter kita sebar paku saja pak
Owner: loh kok begitu?
Tukang parkir: ya kan nanti ban nya pada bocor pak, terus nanti mereka haus, capek, terus cari minum makan atau istirahat sebentar kesini pak
Owner : nah ide bagus tuh
owner pinter menanggapinya. Dia tidak melihat paku nya tapi Gagasan si tukang parkir agar banyak orang berhenti.
Owner lalu membuat halte bis di depan minimarket. Dengan Halte bus semua orang bisa memakai nya. Dan otomatis saat orang duduk menunggu bus, peluang minimarket laku semakin besar
===
Cerita di atas semoga membuat kita mengerti bahwa terkadang gagasan APIK bisa lahir dari ide yang sangat ASU. Hehe
Jangan buru buru dalam menilai benar salah nya seseorang. Terima saja, benar salah, baik buruk itu urusan nanti
SMDP
Heran sama orang yang suka mengharamkan dengan dalil "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. ...
Heran sama orang yang suka mengharamkan dengan dalil "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud, Al-Libas, 3512. Al-Albany berkata dalam Shahih Abu Dawud, Hasan Shahih no. 3401)
Haram, sesat, pendosa kamu kalau ikut ikutan valentine! Neraka jahanam tempat mu berada. Tapi saat tipe orang macam ini kita tuduh balik, eh dia malah ngotot menyangkal. Padahal secara tidak sadar dia sudah mengikuti kaum kafir. Loh kok bisa?
Ada dalil lain yang menguatkan opini ku.
Al-Manawi dan Al-Alqomi berkata, "Yakni dalam penampilannya memakai pakaian seperti pakaian mereka, mengikuti cara jalan, tata cara dalam pakaian dan sebagian prilaku mereka"
Renungkanlah, secara otomatis kita sudah menyerupai kaum kafir. Entah itu celana jins, smartphone, BBM, WA, yang kita pakai. Kita mengaku diri paling alim, paling benar, anti yang haram-haram. padahal, setiap jengkal diri kita ini sudah menyerupai orang yang kamu tuduh kafir
Paragraf terakhir adalah kata burung bangau padaku sebelum dia sampai lagi pada Penciptanya
Orang indonesia kebanyakan fans budaya norma ketimbang budaya nilai. norma itu rasanya lebih mendewakan apa kata orang, pantas enggak ya, en...
Orang indonesia kebanyakan fans budaya norma ketimbang budaya nilai. norma itu rasanya lebih mendewakan apa kata orang, pantas enggak ya, enak enggak yah. Norma lebih superior daripada nilai. baik dan benar secara nilai tersingkir, dipacking dalam kaleng
Kulihat berita TV, ada penculik anak. Motif nya sepele, hanya untuk memenuhi kebutuhan biaya nikahnya maret nanti. Terlepas dari benar salah dalam kacamata hukum. Tak ku pandang status kriminal nya, aku justru kasihan pada si penculik.
Ya, Kasihan karena dia sudah jadi korban pusaran norma. Dia takut dianggap tidak menghargai tamu kalau biaya nikah nya minim. Dia lebih butuh anggapan baik kata orang karena telah menghormati tamu. Walaupun itu harus ditebus dengan sederet titel perguruan tinggi di undangan nya, segudang prestise, dan kemubadziran di segala lini seremoni nikah. Tidak ada pertimbangan, kalau aku melakukan ini tuhan marah ga yah? atau apakah aku dicap kufur oleh Tuhan nggak yah?
Duh gusti, orang sekarang sudah makin ultra modern saja. Tak tahu bedanya batu dengan mutiara, gagak dengan merak, quran dengan koran. Ataukah lebih parah tak bisa bedakan tahu dengan formalin, bakso dengan boraks?
Kutulis ini dengan penuh tipu daya pada engkau. Sebab aku ternyata juga sahabat karib nya setan : Ahlul mubadzirin.
Ada seorang tua penyembah berhala umur 80 tahun. Pada suatu masa sakit lumpuh dan tidak bisa apa apa. Maka dia meminta tolong pada berhalany...
Ada seorang tua penyembah berhala umur 80 tahun. Pada suatu masa sakit lumpuh dan tidak bisa apa apa. Maka dia meminta tolong pada berhalanya.
Pak tua : berhala! Sembuhkan saya dong. Saya kan sudah sembah kamu 80 tahun
Berkali kali dia minta ke berhala, wong namanya juga berhala jadinya enggak bisa sembuhkan dia. Maka dia ancam ancam berhala nya.
Pak tua : kalau kamu tidak sembuhkan saya. Saya akan minta sama tuhan yang namanya Allah, Allah itu. Kalau memang Dia ada coba sembuhkan saya!! Jibril yang mendengar marah. Dan bilang langsung ke Allah.
Jibril : ya Allah, itu ada manusia menghina Kamu, masak Kamu dibilang, kalau ada Allah, Allah itu. Kalau memang Allah ada sembuhkan saya. Itu saya tidak tahan ya Allah mendengar kalimat yang sinis seperti itu.
Allah : (allah ketawa) jibril ngunu ae kok nesu. Ngunu aye moreng moreng Kon Iku.
Jibril : tapi bagaimana, aku mencintaimu ya Allah, aku menghormati Mu, menjunjung Mu, sebagai satu satu nya sembahan ku. Tapi dia mengucapkan kata kata yang sangat menyindir Mu dan sangat melukai perasaan Mu.
Allah : sudah lah bril! Kamu itu malaikat kog gitu. Kog enggak luas jiwa nya. Ya sudah sembuhin sana!
Jibril : loh kok malah disembuhin???bagaimana toh kok gitu malah disembuhin
Allah : Bril, kamu itu enggak punya strategi apa, kalau enggak Saya sembuhkan terus apa bedanya Saya dengan berhala?
Jibril : Ya Allah nggih nggih ya wis (jibril langsung turun dan menyembuhkan si tua penyembah berhala)
Sabtu pagi aku kembali ke kawan penjahitku. Mau reparasi tas yang sudah buluk rupanya. Sontak mulut ku ini bicara pada kawan penjahitku ini....
Sabtu pagi aku kembali ke kawan penjahitku. Mau reparasi tas yang sudah buluk rupanya. Sontak mulut ku ini bicara pada kawan penjahitku ini. "memang tas sudah jelek gini pantasnya dibuang g dipakai lagi"
"elek apane, wong isih apik. Masih kuat bahannya untuk dipakai lagi. Engkok ne Wes g iso digawe blas baru koe tuku mane rapopo mas," kata wong cepu kuwi.
wong cilik itu Lagi-lagi mengajakku ke jalan cahaya. Bahwa gimana hidup itu sekuat tenaga jangan sampai ada anasir kemubadziran.
Sementara ajakan ku kepadanya sama seperti bait puisi EAN :
Marilah cintai dunia lebih dari segala-galanya!
Mari kita jual hidup kita untuk segumpal benda untuk sebiji status dan sekeranjang prestise
Kita bikin sendiri berhala-berhala kita, bergabung kita dengan komputer sekaligus dengan dupa-dupa
Kenapa tidak?
Kenapa tidak?
Hidup ialah perebutan, pertarungan, sejumput makanan, seporsi kenikmatan dalam usus
Hidup adalah sebidang tanah, seperangkat gedung, satu drum gengsi sosial plus sejumlah ekstase-ekstase picisan
Jadi kenapa tidak?
Hidup adalah membangun bukit, meskipun peti mati jelas amatlah sempit
Hidup ialah mencungkil matahari
Hidup adalah merobek-langit, terlempar kita oleh kekuatan kita sendiri tanpa bisa kembali bangkit
Koe kabeh sing duwe ati, duwe perasaan, duwe jiwo. Percoyoo Karo gusti pangeran. Koe ngalami Opo ae Ojo mutung, Ojo putus asa, Ojo putus har...
Koe kabeh sing duwe ati, duwe perasaan, duwe jiwo. Percoyoo Karo gusti pangeran. Koe ngalami Opo ae Ojo mutung, Ojo putus asa, Ojo putus harapan.
Kamu yang punya hati, punya perasaan, punya jiwa dan percaya pada allah. Kamu mengalami apa saja jangan putus asa. Jangan putus harapan.
Ojo sampe nggak percoyo Karo mene. Opo ae Iku, tetep percoyo Karo engkok, sesok, mene Karo emben.
Jangan sampai tidak percaya dengan besok. Apa pun itu, tetaplah percaya dengan nanti, besok, dan besok lusa.
EAN
Ya allah aku percaya sama Engkau. Aku percaya pada keadilan Mu. Aku sepenuhnya percaya pada kasih sayang Mu padaku. Jadi jadi jadi!!! Kun fa...
Ya allah aku percaya sama Engkau. Aku percaya pada keadilan Mu. Aku sepenuhnya percaya pada kasih sayang Mu padaku. Jadi jadi jadi!!! Kun fayakun. Pasti akan mudah hidupku. Bismillah.
EAN
Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances