Tren pendakian ke gunung tujuan wisata terasa makin populer saja akhir-akhir ini. Begitu yang saya rasakan saat naik ke Gunung Penanggung...
3 Macam Ulah Oknum Pendaki Penanggungan yang Bikin Ngelus Dada
Tren pendakian ke gunung tujuan wisata terasa makin populer saja akhir-akhir ini. Begitu yang saya rasakan saat naik ke Gunung Penanggungan sabtu (29/9) lalu. Pendakian kali kedua tersebut melewati jalur Tamiajeng, Trawas, Mojokerto. Beberapa hari sebelum pendakian banyak yang bilang Penanggungan sangat ramai pada weekend. Ternyata statement itu bukan hanya sekedar isapan jempol.
Di tempat penitipan, deretan motor sudah berjubel. Itu kalau dihitung ada lah sekitar 100 unit. Nah kalau satu motor dinaikin dua orang. Itu berarti ada 200 orang yang mendaki Penanggungan malam itu. Belum lagi yang bawa mobil. Saat kami start mendaki pukul 20.00 WIB ternyata pendaki lain masih terus berdatangan.
Entah gelombang tren macam apa yang bisa membuat Penanggungan kini jadi opsi tempat malam mingguan pengganti mall atau cafe. Apa iya efek film 5 cm sehebat ini? Tapi efek film itu kan berlaku drastis pada pendakian Semeru. Masak iya sampai menular ke Penanggungan yang notabene gunung paling dekat dari Surabaya. Ahh syudahlah.. Males mikir.
Akibat tingginya angka pendaki tiap weekend itu ternyata membuat Penanggungan rasanya mulai tidak nyaman lagi. Ujung-ujungnya mirip lah dengan nasib Everest saat ini. Makin banyak orang awam yang pengen mendaki. Menjadikan gunung tempat yang sesak dan kotor.
Kapal Gili Iyang sandar di dermaga baru Pulau Bawean. Bawean, Bagi saya adalah pulau dengan segudang potensi wisata serba ada. Mulai da...
Puas Traveling ke Bawean Dengan Motor Pribadi
![]() |
| Kapal Gili Iyang sandar di dermaga baru Pulau Bawean. |
Bawean yang berjuluk Pulau Putri masuk wilayah Kabupatèn Gresik. Dari Surabaya hanya perlu berkendara sekitar 45 menit. Baru untuk menyeberang ke pulau dengan kontur berbukit-bukit itu perlu menggunakan kapal dari pelabuhan Gresik. Ada dua pilihan kapal. Mau yang cepat atau lama sampai. Yaitu kapal cepat ekspress bahari milik swasta, atau kapal ASDP Gili Iyang subsidi pemerintah.
Bagi traveler kere alias kismin (miskin) seperti saya ini pilihan yang tepat tentu yang murah. Namun, alasan yang lebih penting, Kapal Motor Penumpang (KMP) Gili Iyang adalah kapal Jenis ro-ro yang bisa mengangkut kendaraan bermotor. Sehingga saya bisa puas traveling ala touring dengan motor pribadi. Dengan begitu bisa menghemat uang daripada harus menyewa motor disana. Selain itu, juga bisa hemat Pengeluaran bensin. Tinggal isi full tank, motor sudah bisa dibuat keliling Bawean. Maklum, harga seliter bensin di Bawean Rp 8 ribu. Itu karena tidak ada SPBU Pertamina disana. Yang ada hanya Pertamini alias eceran.
Memang, kendaraan paling oke buat eksplor Bawean adalah dengan motor. Disana tidak ada kendaraan umum yang ready 24 jam. Yang ada hanya mobil Mitsubishi Colt yang oleh penduduk lokal disebut 'Kol'. Itu pun hanya semacam angkutan antar jemput untuk emak-emak berbelanja ke pasar. Alasan lainnya, lokasi objek wisata di bawean sebagian besar tidak nyaman ditelusuri menggunakan mobil. Sebab, disana jalan desa kebanyakan sempit-sempit.
Kapal Gili Iyang berangkat dari Pelabuhan Gresik hanya seminggu sekali. Yaitu pada jam 21.00 WIB tiap hari Jumat. Tiket untuk motor berbeda dengan tiket penumpang. Harganya Sedikit lebih mahal. Berikut beberapa info penting cara bawa motor ke Bawean :
- Harga tiket untuk motor dari pelabuhan Gresik Rp 93 ribu (tiket penumpang Rp 74 ribu). Sewaktu beli tunjukkan ijin bawa kendaraan dari polisi.
- Ijin bisa diurus di Polsek Pelabuhan Gresik. Bawalah dua kopi STNK dan KTP. Siapkan uang administrasi. Kasih saja polisinya Rp 5 ribu. (Saya heran, padahal sudah ada papan pengumuman ijin tidak perlu biaya).
- Siapkan uang Rp 40 ribu sebagai ongkos angkut motor ke dalam kapal untuk para portir. Hal ini dikarenakan pintu ro-ro Kapal Gili Iyang tidak bisa terbuka di dermaga Pelabuhan Gresik.
- Sedangkan dari Pelabuhan Bawean menuju Gresik tiket motor dijual lebih murah yaitu Rp 81 ribu. Berangkat dari sana tidak perlu ongkos portir karena pintu ro-ro bisa terbuka di dermaga barunya. Sehingga motor bisa dikendarai keluar masuk kapal.
- Kalau tidak ingin ribet dengan ongkos portir di dermaga Gresik, penyeberangan bisa dilakukan melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Di sana kendaraan tinggal keluar masuk kapal.
- Total dana PP yang dibutuhkan via pelabuhan Gresik = Rp 259 ribu.
Berikut jadwal Pelayaran Kapal Gili Iyang :
Gresik - Bawean hari Jumat jam 21.00
Bawean - Gresik hari Jumat jam 9.00
Paciran - Bawean hari Rabu jam 21.00
Bawean - Paciran hari Minggu jam 9.00
- Tiket bisa dibeli pada jam 11.00 - 15.00 pada hari Rabu Kamis dan Jumat.
- Pelayaran ditempuh sekitar 7 jam.
- Gili Iyang relatif tidak terpengaruh gelombang tinggi. Tidak seperti kapal cepat ekspress bahari yang sering tertunda keberangkatannya akibat gelombang setinggi 3 meter.
- Contact person pelayaran Dodot 08123176850 Zul 08123273170 wildan 08123291085
Nah semoga sekelumit info diatas bisa bermanfaat dan menepis anggapan bahwa menuju bawean itu ribet dan bikin deg deg ser. Traveling ke bawean penuh dengan destinasi berkelas internasional. Namun kebanyakan semua masih perawan. Kuz9
Bersambung....
Cemara udang di gundukan Pantai Slopeng. "Pantai tak selalu panas. Pantai Slopeng di Sumenep ini malah bisa untuk mencari hawa sej...
Uniknya Gundukan Pasir Berhias Cemara Udang di Pantai Slopeng
![]() |
| Cemara udang di gundukan Pantai Slopeng. |
Bila berkunjung ke Sumenep, tak lengkap rasanya kalau tidak mampir sejenak ke Pantai Slopeng. Pantai di pesisir utara Madura dengan panorama unik ini tak kalah cantik dengan Pantai Lombang yang sudah terkenal.
Pantai Slopeng terletak di Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Jaraknya 21 kilometer dari pusat kota. bila ditempuh dengan kendaraan bermotor memakan waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Bila berkendara dari Surabaya waktu tempuh menuju pantai ini mencapai 3 jam. Bisa melewati jalur pantura Madura atau jalur pesisir selatannya. Saya memilih berangkat via jalur pantura. Sewaktu berkendara, hamparan pantai pesisir utara Madura jadi pemandangan perjalanan. Namun, lebih baik kalau ingin cepat sampai gunakanlah jalur selatan. Karena jalur pantura Madura merupakan jalan alternatif, sehingga kualitas jalan tidak sebaik Jalur selatan.
![]() |
| Pintu masuk. |
Memang, itu lah yang membuat pantai ini berbeda dengan pantai kebanyakan. Pantai Dengan hamparan pasir putih krem sepanjang 6 kilometer tersebut tidak hanya bisa dibuat berjemur. Tapi juga mendinginkan diri dengan hawanya yang sejuk. Rerimbunan pohon tumbuh di bibir pantai. Paling banyak adalah pohon cemara udang. Sehingga Seolah kita berjalan di hutan cemara udang yang bikin adem. Cocok buat berteduh usai kepanasan main di pantai.
Ada yang bilang pohon cemara udang itu berkaitan dengan ekspedisi Kekaisaran Tiongkok pada jaman kerajaan Majapahit. konon, bibit pohon Cemara udang dibawa oleh prajurit yang terdampar di perairan utara Sumenep. Pohon itu juga terdapat di Pantai Lombang dan beberapa pantai di pesisir Cina.
Cemara udang itu tumbuh di pasir pantai yang konturnya unik banget. Kalau pantai kebanyakan hampir permukaannya rata. Tapi di Pantai Slopeng, kontur pasirnya menggunung. Sehingga terlihat seperti gundukan pasir. Di sana juga sudah terdapat gazebo untuk berteduh.
Tapi sekali lagi harap maklum dengan tabiat kebanyakan wisatawan indonesia. beberapa sudut pantai yang indah terpaksa harus mengalah oleh sampah pengunjung. Mulai dari botol bekas sisa makanan dan puing rokok. Namun, overall pantai ini memang layak untuk dikunjungi dan jadi alternatif destinasi Keluyuran. Kuz9
Air Terjun Nglirip di Tuban yang dihiasi pelangi "Siapa sangka Tuban punya air terjun yang begitu menakjubkan. Namanya Air Terju...
Kutukan Sang Putri di Air Terjun Nglirip Bisa Bikin Jomblo
![]() |
| Air Terjun Nglirip di Tuban yang dihiasi pelangi |
Bagi traveler yang suka dengan panorama air terjun, jangan lupa menyempatkan waktunya jalan-jalannya ke Tuban. Siapa sangka ada air terjun cantik disana. Tepatnya di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan yang berjarak kurang lebih 35 kilometer dari pusat kota Tuban. Perjalanan saya menggunakan motor ditempuh kurang lebih selama dua setengah jam dari Gresik.
![]() |
| Papan penanda lokasi. |
Rupanya bendungan tersebut merupakan bagian atas air terjun. Maklum, destinasi ini masih dikelola oleh warga desa. Sehingga tidak ada penunjuk jalan yang memudahkan traveler.
![]() |
| Air terjun nglirip di siang hari |
Masjid Kapitan Keling di George Town, Penang. "Ada bayak masjid di nusantara yang dikelola oleh kalangan minoritas. Seperti Mas...
Ngeluyur Subuh-subuh ke Kapitan Keling Mosque George Town
![]() |
| Masjid Kapitan Keling di George Town, Penang. |
Pemerintah kota menetapkan beberapa zona khusus untuk perlakuan bagi bangunan tua. Zona paling inti berwarna hijau. Artinya bangunan apapun yang masuk di wilayah itu tidak boleh diubah sama sekali bentuk dan fungsinya. Di luar zona itu ada zona kuning. Artinya bangunan diperbolehkan untuk diubah.
Kebanyakan bangunan bersejarah penting yang menjadi tetenger alias landmark kota George Town ada di zona hijau. Seperti Fort Cornwellis, Penang Peranakan Mansion, Khoo Kongsi temple. Yang coba saya kunjungi adalah Kapitan Keling Mosque. Masjid ini merupakan masjid tertua yang dibangun oleh warga pendatang dari India pada tahun 1801.
"Saking besar penghasilannya kala itu, pengrajin emas di Giri sempat merasa was-was, karena bisa jadi rumah mereka disatroni maling...
Kerajinan Emas Giri, Rumahan Bukan "Murahan"
| Dengan alat sederhana, pengrajin emas di Giri, Kabupaten Gresik membuat cincin emas yang dikerjakannya di salah satu sudut kamar rumah. |
| Spak ruji sepeda digunakan untuk membentuk cincin. |
Uniknya, mereka mengerjakan aneka ragam perhiasan emas hanya di kamar rumahnya. Memang, kerajinan emas di Desa Giri kebanyakan dikerjakan rumahan, tapi jangan salah, hasilnya tidaklah "murahan".
Suasana benteng yang sepi, usai kami melintasi plang "dilarang masuk". Benteng Kedung Cowek ditumbuhi semak belukar lebat....
Ada Ranjau Aktif di Reruntuhan Benteng Kedung Cowek?
| Suasana benteng yang sepi, usai kami melintasi plang "dilarang masuk". |
![]() |
| Benteng Kedung Cowek ditumbuhi semak belukar lebat. Kabarnya, masih ada ranjau aktif di sekitarnya. |
Sampai di Suramadu kami bertanya pada pria yang sedang asyik nongkrong. "Benteng yang mana dulu mas, ada dua yang benteng sekolahan apa yang gudang peluru?" ia malah balik bertanya. Seorang teman pernah mengatakan bila ada yang namanya gudang peluru, akhirnya saya jawab saja demikian."Oh kalau itu disana tempatnya mas," ia berkata sambil menunjuk ke arah semak belukar tinggi di sebelah timur Suramadu.
"Suka Batik? Aneka batik dari 16 kabupaten di Jatim ada di Rumah Batik Jawa Timur" Pintu masuk dari depan. Bagi kamu pecinta...
Aneka Batik Se-Jatim Bisa Kamu Temukan di Rumah Batik
| Pintu masuk dari depan. |
Disana, selain kamu bisa membeli kain dan baju batik, kamu juga bisa melihat koleksi batik-batik nusantara di Rumah Batik. Kebanyakan batik yang dikoleksi adalah batik-batik Jawa Timur dari 16 kabupaten. Mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sidoarjo, Tuban, Lamongan, Batu, Malang, Kediri, Jombang, Banyuwangi, Pacitan, Jember, Tulungagung dan Surabaya. Yah, batik dari Madura dan batik pesisiran lebih banyak mendominasi koleksi.
Om Don Hasman Fotografi tidak hanya sebatas proses mengambil gambar semata tapi juga diyakini dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi ...
Don Hasman, Panjang Umur Berkat Fotografi Traveling
| Om Don Hasman |
Saat saya temui dalam acara diskusi “Travel Photography” (2/4) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Airlangga Photography Society (UKM APS) di Aula Gedung Student Center, kesan bersahaja tampak pada diri Om Don, sapaan akrabnya. Menginjak usianya yang genap 72 tahun, semangat kakek itu menyala saat diajak berbicara soal fotografi. Om Don membahas tentang ethnophotography, salah satu cabang fotografi yang membahas tentang kebudayaan suatu suku di pedalaman. Biasanya cabang ini digunakan oleh antropolog sebagai bahan kajian penelitian etnis.
Pintu masuk pertunjukan Dengan bantuan Kolo Marico yang dapat berubah menjadi kijang kencana untuk menggoda Rama, Sinta dan Laksmana, ...
Menikmati Tari Ramayana Outdoor Di Gazebo Restaurant
| Pintu masuk pertunjukan |
Begitulah penggalan sinopsis Sendratari Ramayana yang dipentaskan di Gazebo Garden Restaurant di Jl. Brigjen Katamso, Jogja. Pertunjukan yang melegenda itu menyuguhkan ragam kesenian asli Jawa dalam satu panggung. Bagaimana tidak, kesenian tari, drama, musik gamelan dan sedikit akrobatik mewarnai pertunjukan itu. Kisah Ramayana dirangkum dalam empat babak, mulai dari penculikan Dewi Shinta, Hanoman ke Alengka, kematian Kumbokarno hingga pertemuan kembali Rama-Sinta.
Yang menarik, panggung pentas yang dilakoni oleh para seniman Ramayana Ballet tersebut telah mendapat penghargaan rekor MURI. Pada tahun 2001, mereka memecahkan rekor untuk kategori 'Pentas Pertunjukan Tida Henti' selama 29 tahun. Wow, Begitu tinggi komitmen mereka untuk melestarikan tari tradisional tersebut.
Uniknya, lakon dalam sendratari juga ada yang diperankan oleh anak-anak. Mereka memerankan pasukan Hanoman. Hebatnya lagi, anak-anak itu lincah melakukan akrobat. Berjalan di atas genteng lalu meloncat ke sisi genteng lain. Betul-betul pertunjukan yang keren. Well, sudah saatnya kita bangga pada seni dan budaya bangsa. Kuz9
![]() |
| Pertunjukan Sendratari Ramayana Outdoor di Gazebo Garden Restaurant, Jogja. Banyak juga bule yang liat ternyata. |
![]() |
| Sihir Hindrajit untuk menangkap Hanoman. |
![]() |
| Rahwana memerintahkan untuk membakar hidup-hidup Hanoman yang tertangkap. |
![]() |
| Dewi Sinta (tengah) yang ditawan |
![]() |
| Pasukan Rama dan Hanoman bersatu untuk merebut Dewi Sinta. |
Seorang peselancar membawa surfboard-nya untuk menjajal ombak Pantai Ngantep. Berusaha menyeimbangkan diri di tengah gulungan Ombak. ...
Suka Surfing? Coba Saja Ombak Pantai Ngantep
| Seorang peselancar membawa surfboard-nya untuk menjajal ombak Pantai Ngantep. |
| Berusaha menyeimbangkan diri di tengah gulungan Ombak. |
| Penginapan murah meriah di Ngantep juga sudah tersedia. |
| Pantai kedua di Ngantep yang lebih sepi dan eksotis. |
| Makam di atas bukit di Pantai Ngantep |
Sayangnya, kalau kamu kesini siap-siap kendaraan yang kamu tumpangi menjadi korban. Pasalnya, jalan ke Pantai Ngantep bukanlah aspal tapi tarmac road alias jalan tanah. Bila musim hujan, tak ayal jalan susah dilalui, hati-hati roda anda terjebak di lumpur. Fiuh! andai jalan kesana lebih halus, pasti potensi Ngantep sebagai wisata di Malang Selatan bisa jadi solusi pemberdayaan masyarakat pesisir. Kuz9
| Entrance Goa Batok. Banyak peziarah yang melakukan ritual bertapa disini. |
Rudi Isbandi (kanan) memperlihatkan karyanya di galeri yang terletak di bagian belakang rumahnya. Mungkin, banyak orang tidak tahu bil...
Sssst..! Ada Museum Di Dekat Kampus B Unair
![]() |
| Rudi Isbandi (kanan) memperlihatkan karyanya di galeri yang terletak di bagian belakang rumahnya. |
Nah, MRI terletak di Jl. Karang Wismo I no. 10 Surabaya. Dari Kampus B Unair masuk saja lewat Jl. Srikana lurus saja sampe ada gang di depan tulisan mie neraka. Museum ini buka mulai pukul 08.00-12.00 WIB dan buka lagi pukul 16.00-21.00 WIB. Sebaiknya, kunjungan dilakukan sebelum petang hari, sebab galerinya menggunakan pencahayaan alami.
Untuk masuk museum, anda akan dikenakan tarif Rp 5000 namun sifatnya sukarela. Dengan tarif goceng, anda bisa melihat koleksi lukisan yang berharga bisa mencapai ratusan juta rupiah. Tak perlu khawatir kalau nantinya anda bingung memahami arti lukisan, Rudi Isbandi langsung yang akan menemani kita sembari menjelaskan arti setiap lukisan. Total ada 200 benda seni rupa yang ia pajang rapi di museum yang juga rumah tinggalnya itu.
![]() |
| Galeri seni rupa di Museum Rudi Isbandi yang terletak di loteng lantai dua rumahnya. |
![]() |
| Pencahayaan matahari langsung menggantikan lampu di Musuem Rudi Isbandi. |
Rudi Isbandi sendiri sebenarnya seniman terkenal di Surabaya, malah sudah maestro levelnya. Ia pernah menjadi ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) juga pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Mesir dan Jawa Timur. "Saya melukis sudah 60 tahun," kata kakek kelahiran 1937 itu.
![]() |
| Rudi dengan latar belakang salah satu karyanya yang terbuat dari botol minuman bekas. |
Menurutnya, seni lukis menggunakan media cat dan kanvas itu sudah sangat kuno. "Itu sih jamannya picasso, sekarang seni itu tidak saja memandang estetika," ketus pelukis yang berhenti memakai media cat dan kanvas sejak tahun 2000 itu.
![]() |
| Aksara jawa di lukisannya, menjadi ciri khas Rudi Isbandi. |
![]() |
| Salah satu karya Rudi Isbandi yang habis dimakan rayap |
Museum Rudi Isbandi adalah museum seni rupa keenam yang ada di Indonesia. Sejak tahun 1970 sampai sekarang, Rudi terus menciptakan karya di galeri rumahnya. "Habis gini saya mau buat karya dari shock breaker sepeda motor," kata maestro yang suka jalan kaki kemana-mana. Dalam kesehariannya di rumah, ia selalu ditemani Sunarti, istrinya. Sepasang kakek nenek itu menjalani masa tua yang indah, hidup ditemani benda seni yang istimewa, menurutku. Kuz9
Fotografer LKBN Antara, Regina Safri menjelaskan foto karyanya kepada pengunjung pada saat pembukaan pameran foto "Orangutan Rhyme ...
Orangutan "Berbicara" Dalam Bingkai
![]() |
| Rere menorehkan tanda tangan di poster pameran fotonya. |
"Awalnya saya liat liputan pembantaian orangutan di salah satu stasiun tv asing. Kog disiarin terus-terusan, akhirnya tergerak untuk kesana. Ternyata benar, malah keadaannya jauh lebih parah dari yang digambarakan di tv," tutur Rere, sapaan akrab Regina Safri.
![]() |
| Pengunjung melihat foto bayi-bayi orangutan di penangkaran. |
Lebih jauh, ia mengingatkan, orangutan bukan hanya satwa mau punah yang harus diselamatkan tapi ia punya fungsi terhadap hutan. "Dia melindungi tanaman di hutan. contohnya, orangutan menggigit biji Pohon Ulin. yang sangat keras sampai terbuka. Biasanya biji itu ia bawa menjelajah dan disebarkan sehingga tumbuhlah Pohon Ulin di hutan," katanya.
![]() |
| Seorang pengunjung mengamati foto bagaimana induk orangutan membesarkan bayi dalam gendongannya. |
Minggu, (4/11) Saya beserta kawan-kawan menyempatkan diri untuk mengunjungi Antique and Vintage Camera Exhibition di House of Sampoerna (HOS...
HOS Pajang 21 Kamera Jadul
Koleksi kamera jadul tersebut merupakan kepunyaan dari tiga kolektor kamera kuno. Mereka adalah Henky Kurniadi, Hari Yong Condro dan Nanang Purwono. Kamera jadul yang dipamerkan beraneka tipe, mulai dari teknologi yang paling pertama yakni, kamera obscura, Twin Lens Reflex (TLR) dan Single Lens Reflex (SLR).
![]() |
| Kamera obscura |
![]() |
| Kamera obscura yang lebih mini dan portable. Bagian tengahnya bisa dilipat dan dimasukkan ke bodi kamera. |
![]() |
| Kamera TLR Rolleicord. Kamera ini merupakan kamera TLR terkenal di jamannya. |
![]() |
| Kamera SLR jadul yang menjadi cikal bakal SLR digital (DSLR) yang kita nikmati sekarang. |
Pada kamera TLR, apa yang dilihat fotografer pada viewfinder tidak sama dengan apa yang dilihatnya sebenarnya, karena viewfinder pada kamera TLR berada pada jalur lensa yang atas dengan cermin 45 derajat. Kamera TLR yang dipamerkan ada beragam merk, seperti kamera TLR populer Rolleicord buatan Franke dan Heidacke (1993) dan Yasicha 44 (1958). Selain itu ada pula kamera TLR pertama buatan jepang Ricoh Diacord, Kodak Folding Pocket Brownie, CP Goerz dan lain-lain.
Sementara, kamera SLR yang menjadi cikal bakal kamera SLR digital (DSLR) masa kini memiliki satu jalur lensa. apa yang dilihat oleh fotografer akan sama dengan matanya melihat, karena viewfinder-nya tidak terpisah dengan lensa kamera tersebut. Beberapa kamera SLR jadul yang dipamerkan antara lain Lhagee Dresden Exacta Varex II a yang merupakan kamera SLR pertama di dunia. ada juga Leica Oro-Olimpiada 36, Voiglander Bexsa, Kodak Retinnete SIDA dan lainnya. Kuz9
Pelataran parkir masuk puing Pulau Cemeti yang basah usai hujan. Usai jalan-jalan menyusuri embong Malioboro dan hiruk pikuk pedagang ...
Pulau Cemeti dan Hujan Pertama di Jogja
![]() |
| Pelataran parkir masuk puing Pulau Cemeti yang basah usai hujan. |
Usai jalan-jalan menyusuri embong Malioboro dan hiruk pikuk pedagang Pasar Beringharjo, saya sempatkan waktu untuk naik becak menuju situs puing-puing reruntuhan Pulau Cemeti yang masih satu kompleks dengan Taman Sari, Sabtu (6/10). Saat berangkat, awan gelap pertanda hujan memang mengiringi kayuhan abang becak kami menuju puing bekas peristirahatan selir-selir raja yang mandi di Taman Sari itu. Dan benar, hujan deras perdana tahun ini di Jogja pun turun sesampainya saya di depan pintu masuk Pulau Cemeti.
![]() |
| Atap bangunan Gedong Kenongo di Pulau Cemeti yang sudah hilang. |
![]() |
| Hujan perdana tahun ini di kota jogja kembali turun di Pulau Cemeti. |
Salah seorang pembeli terlihat sedang mencari model tas rajut Dowa. Jika anda ngeluyur ke Yogyakarta, tidak ada salahnya anda mamp...
Mengintip Pembuatan Tas Rajut Ekspor "Dowa"
![]() |
| Salah seorang pembeli terlihat sedang mencari model tas rajut Dowa. |
Jika anda ngeluyur ke Yogyakarta, tidak ada salahnya anda mampir ke showroom tas rajut berlabel Dowa yang terletak di Jalan Godean km 7 Sidomoyo, Yogyakarta. Nama Dowa sendiri diambil dari bahasa sansekerta bermakna doa. Nama itu pun akhirnya sukses mengantarkan pemiliknya Delia Murwihartini menembus pasar mancanegara.
Mujur memang, kegigihannya menembus pasar global membuat produk tas rajutnya dilirik oleh konsumen di luar negeri. Di Amerika, hasil karya pengrajin tas Dowa dipatenkan dengan merek The Sak. Sementara di Eropa tas rajut yang berpabrik di Sleman dan Kawasan Parangtritis ini tenar dengan merek The Read's. Dowa juga pernah masuk liputan Kick Andy episode "Karya Anak Bangsa di Pasar Dunia" Jumat, 12 Oktober 2012.
![]() |
| Karyawan Dowa serius membuat tas, sementara di belakangnya terdapat bahan baku benang rajut aneka warna. |
![]() |
| Seorang karyawan terlihat sedang memberi lem pada bagian pinggir tas. lem dibutuhkan untuk memperkuat rajutan. |
![]() |
| Tas rajut warna-warni yang dikumpulkan di box, siap untuk dipasarkan. |







































Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances