Apabila kejahatanku boleh kulenyapkan Dengan taubat sebebas-bebas rupa Maka ingin sekali kuberikan Jasad sehatku ini pada mu kekasih Biar ta...
Sinar Suryaku
Ini pukul tiga pagi Dan aku tak sedang menghadapMu dari atas sajadah memangnya jua, kali terakhir kapan aku sembahyang malam Seingatku j...
Stasiun Ikhlas
Ini pukul tiga pagi
Dan aku tak sedang menghadapMu dari atas sajadah
memangnya jua,
kali terakhir kapan aku sembahyang malam
Seingatku jelang kelahiran bayiku saja itu
Karena takutku setengah mati
tak tahu pasti hidup atau tidaknya ia usai lahir
telah lama semua itu
Dan kita bersua kembali di tempat proletar ini
Di stasiun Pasar Turi,
Aku saksikan Engkau lewat mereka
Kaum kecil yang ikhlas menelan getir
Bunyi kereta mendesau
Bunyi toa menggemakan maklumat
Penumpang mulai meninggalkan peron
Ada itu disana Para sopir taksi berjejajalan memembendung laju penumpang yang telah tiba dari Pasar Senen
Pekik antar mereka saling adu semangat tawarkan tumpangan kemana saja
Sedang Pengayuh becak tak mau kalah
Berserobotan mereka
Mengekori salah satu penumpang meski tak berbuah hasil
Sialan, Siapa pula di jaman modern ini
Mau naik becak dini hari demi tiba di tujuan yang jauh?
Sedang dipojokan, ibu muda menggendong bayi
Ayah melambai-lambaikan tangan padanya
Mereka berangkulan, sembab mata mereka berkaca-kaca
Si bayi malah tertawa-tawa
Di sudut lain, ibu tua dari desa
Menantikan tiba anak gadisnya dari ibu kota
Dipeluknya digandeng erat-erat gadis
Bagai pengantin mau dipingit saja
Tuhanku, syahadatku hanyalah untukMu
Aku bersaksi mereka adalah orang yang lebih ikhlas daripadaku
Sebab hamba Tuanku
Tidak rela kehilangan nyenyak tidurku demi cari penumpang
Tidak sampai hati bila harus jauh dari anak istri
Tidak lapang dada bila kerja harus jauh dari ayah bunda
Aku tak siap jadi orang ikhlas ya gusti
Sebab harga ikhlas itu luar biasa besar
aku masih berat hati
kehilangan apa-apa yang kucintai
Gresik, 15 Agustus 2019
Hutan jelang malam Tertimbun gelap suram Kala rekah sirna Bayangmu kembali datang Kepadaku yang sendiri Di tengah hutan sepi Tersesat ...
Belantara
Hutan jelang malam
Tertimbun gelap suram
Kala rekah sirna
Bayangmu kembali datang
Kepadaku yang sendiri
Di tengah hutan sepi
Tersesat oleh gelap
Ditumpuk rimba hitam pekat
Tak berbekal apa-apa
Tak berkawan siapa-siapa
Hanya menenggak dusta
Hanya menipu semesta
Engkau lari sendiri
Tak hiraukan aku yang sunyi
Dimana kita saling mencinta,
Dahulu kala
Matilah aku pasti
Bila tak segera ketemu
Jalan kembali menuju desa
Bungah, 14 Juli 2019
Tuhanku, kalau memang ada kuasamu Yang menyiapkan aliran sungai bening di ujung pembaringanku Saat haus bersua, maka ku kan bersenang hati...
Ramadhan Suntuk
Tuhanku, kalau memang ada kuasamu
Yang menyiapkan aliran sungai bening di ujung pembaringanku
Saat haus bersua, maka ku kan bersenang hati untuk menahan dahaga
Illahku, kalau ada pangkal kurma buat aku bersandar
Tatkala aku goyangkan, buah kurma jatuh di depan haribaan
Ketika lapar tiba, maka ku kan bahagia menunda boga
Namun aku bukan Maryam kekasih spesialmu
Yang kau hamparkan kekhususan istimewa itu
Aku adakah aku
Budak nafsu dunia
Tak kan bisa kerongkonganku kering lebih dari satu jam
Tak kan bisa perutku tahan tanpa seporsi kenikmatan
Tak kan bisa lidahku mengecap tanpa kulinerisme
Tak kan sanggup kelaminku tidur sejenak dari aurat menggiurkan
Tapi mohon dengarkan pengakuan kecilku kekasih
Hamba sialanmu ini dalam hati kecilnya sangat tidak senang bulan puasa datang
Sementara jutaan muslim saudaraku
Dalam ekspresi wajahnya, suasana hatinya, tradisi budayanya, status medsos nya,
Berisi ragam suka cita akan kedatangan ramadhan
Namun Malikku,
Yang kurasakan hanyalah gusar hati
Berpadu dengan rasa terganggu, ketidaknyamanan, kesengsaraan, ketidaksenangan
Keterbatasan sungguh mengekang
Merepotkan sekali bila ramadhan datang
kupaksa sekuat tenaga diriku
untuk sembahkan upawasaku
Tak ada alasan lain, karena ku cinta padamu
Bungah, 1 Ramadhan 1440 H
Hidup sejatinya adalah keluasan Bukan beragam kamar berpintu, tapi satu kamar beragam pintu Namun, hidup manusia jaman now adalah harga ma...
Kesempatan Untuk Kesempitan
Hidup sejatinya adalah keluasan
Bukan beragam kamar berpintu, tapi satu kamar beragam pintu
Namun, hidup manusia jaman now adalah harga mati untuk salah satu pilihan berikut
Antara komunisme atau liberalisme
Antara sosialisme atau kapitalisme
Antara pengusaha atau buruh
Antara konglomerat atau proletar
Antara islam atau non islam
Antara dunia atau akhirat
Antara syariat atau hakikat
Antara islam sunni atau syiah
Antara demokrasi atau khilafah
Antara nasionalis atau agamis
Antara moderat atau radikal
Antara kontemporer atau konservatif
Gegap gempita mereka menuhankan idealisme kerdil sembahannya
Tak tahu padahal mereka terjerembab pada ruang kesempitan
Kekasih beri luas hamparan bumi
Alam semesta kian berkembang meluas
Namun mereka memilih kesempatan untuk kesempitan
Ditipu oleh pelaku dholim global yang sengaja membuat mereka tidak berdaulat pada hidup
Efek nya adalah kebencian, pertentangan, perlawanan, konflik dan perang demi mempertahankan sesembahan mereka
Namun, aku disini senyum-senyum saja
Karena kekasihku beri gelombang baru
Tentang generasi dari timur
Mentari yang punya rumusan hidup berbeda dan mencerahkan
Bungah, 4 mei 2019
Hari-hari dijalani bagai Sepeda rongsok Pagi buta Ayam berkokok Mengular demi kebutuhan Pokok Sembuhkan beragam Borok Dari subuh hingga ...
Malah Keok
Hari-hari dijalani bagai Sepeda rongsok
Pagi buta Ayam berkokok
Mengular demi kebutuhan Pokok
Sembuhkan beragam Borok
Dari subuh hingga pulang Blekok
Ramuan obat tiap hari Dicekok
Tak ada sehat karena tak Cocok
Hari berulang berharap pulih dari Keok
Sampai kapan si sakit rasakan Bobrok
Oleh sistem yang disumbang Perokok
Hati kami terus diobok-obok
Wahai pemimpin jangan cuma melongok
Capek ku lihat kalian cekcok
Gresik, 25 April 2019
Selamat tinggal eksistensi Dimana hidup sangat berurusan dengan puja-puji Pamer sana pamer sini Demi ambisi akan gengsi Aku lelah mengur...
Dipaksa Amfibi
Selamat tinggal eksistensi
Dimana hidup sangat berurusan dengan puja-puji
Pamer sana pamer sini
Demi ambisi akan gengsi
Aku lelah mengurusi hari hari
Manusia dipaksa jadi amfibi
Ya hidup di dunia asli
Juga berkeliaran di hutan maya fiksi
Aku ucapkan selamat tinggal eksistensi
Para petani sudah lelah dikebiri
Belatung-belatung pembatal ani-ani
Sampai jumpa, selama datang ya rabbi
Gresik, 5 April 2019
Ulama 'official' bilang kalau golput haram Mari sebaiknya bijak bersikap Mari hormatilah ulama Jangan sakiti hati mereka Dengan ...
'Enggak Golput'
Ulama 'official' bilang kalau golput haram
Mari sebaiknya bijak bersikap
Mari hormatilah ulama
Jangan sakiti hati mereka
Dengan membantah, menggugat
Apalagi sampai menertawakan
Tapi, kalau kamu mau kualat
Silahkan saja lakukan
Mohon jangan gugat fatwa mereka
Sebab mereka adalah warosatul anbiya
Mereka adalah penerus Kanjeng Nabi
Ilmu agama jangan kau ragukan
Kitab suci, kitab hadits, kitab kuning
Mereka selami apa yang tak kau pelajari
Sedang kau cuma kuli
Hanya saja ada secuil nalar
Yang ingin aku utarakan
Biar saja aku kualat tapi nurani aku pertahankan
Tentang cara berpikir jangkep
Runut ke belakang
Kalau golput haram lantas bagaimana,
Fatwa untuk kampanye
Fatwa untuk pemilu
Fatwa untuk bikin pemerintah
Fatwa untuk berkuasa
Fatwa untuk bikin negara
Sedang sang mutiara pun tak pernah mencontohi dan merasa diri jadi raja
Atau berpikir kiri kanan
Kalau golput haram
Apa fatwa untuk kampanye hitam
Kemudian Kampanye uang
Lalu Pencitraan palsu
Terus Hoax Hoax sampah
Ujungnya Adu domba pemecah kesatuan
Orang putih dikambinghitamkan
Bila kekacauan terjadi itu semua karena sikap golput
Padahal mana ada orang golput bikin ribut
Yang ada tuh cuma dari dua kubu yang saling gaduh
Golput atau tidak kekacauan tetap terjadi
Golput atau tidak, tangan lemah tetap tak bisa andalkan tangan kekar
Sebab, ketika tangan kekar naik tampuk
Kerjanya cuma sibuk menumpuk-numpuk kekuatan
Gresik, 27 Maret 2019
Lantas, jika golput itu tak elok Bagaimana dengan kebobrokan ini semua presidential tresshold Perang di medsos Politik biaya tinggi Pe...
Lantas, Pantas
Lantas, jika golput itu tak elok
Bagaimana dengan kebobrokan ini semua
presidential tresshold
Perang di medsos
Politik biaya tinggi
Pemicu korupsi sana-sini
Rakyat terpaksa dipilihkan pemimpin
Tapi kita dikibulin
Pilpres itu memilih langsung
Lansung, mbahmu!
Belum lagi,
Puluhan Perpecahan horizontal
Hingga hilang akal
Bahkan hilang nyawa
Politik identitas membelah
Jeda kampanye terlalu lama
Sampah visual dimana-mana
Kalau nanti menang,
Bongkar pasang UUD yang katanya harga mati
Presiden tak punya limitasi pengajuan hutang negara
Proyek asal bikin tanpa rencana matang
Gusar gusur demi proyek jadi
Media didikte kepentingan
Dan menghamba kepentingan
Nurani, fakta ah itu nomor dua
Lalu, Pantas kah harga suara kita dibayar dengan semua borok itu
Terus menerus ditipu
Tapi tak merasa ditipu
Rakyat hidup berselimut tipu daya
Sebab, di luar selimut
Cuma dingin udara
Di langit muncul istilah-istilah
Pasca negara,
Kecerdasan kolektif,
Itukah jawabannya?
Bungah, 28 feb 2019
Apakah engkau tahu nama kami? Tahu siapa orang tua kami? Pernah bertemu kami sepintas? Menatap bening mata kami? Melihat wajah kami yang...
Hulu Cinta
Apakah engkau tahu nama kami?
Tahu siapa orang tua kami?
Pernah bertemu kami sepintas?
Menatap bening mata kami?
Melihat wajah kami yang pas-pasan
Sama seperti isi kantong kami
Apa saudara pernah bertemu kami barang sejenak di jalan
Menjabat tangan kami
Menepuk pundak kami
Ngobrol ngalor ngidul
Ditemani secangkir kopi
Mentraktir kami makan
Biar cuma semangkok pangsit
Apa Panjenengan tahu masalah apa yang membelit kami
Problem apa yang kami cemaskan
Ancaman apa yang mengepung hidup kami
Saat besok anda memikirkan mau makan dimana
Kami memikirkan besok makan apa tidak ya
Saat anda memikirkan besok naik mobil yang mana ya
Kami menghitung duit di dompet
Bisa untuk bensin seminggu tidak ya
Lalu atas dasar apa
Anda yang tak tahu apapun soal kami
sangat optimis dan yakin bahwa anda bisa membantu mengeluarkan kami dari keputusasaan
Sangat percaya diri menawarkan jargon pemecah kebuntuan
Seperti yang tercetak di sampah visual milik anda di segala penjuru kota
Kami bukan kerbau
Yang selalu diwakili karena kau anggap awam
Ambillah sejumput tanah
Usapkan pada wajahmu
Sambil berkontempelasi
Bukankah aku yang awam?
Sebab pengetahuan adalah hulu cinta
Gresik, 25 Februari 2019
Politisi memperalat jabatan Ah, itu sudah lama Politisi memperalat uang Lah iya, dari dulu begitu Politisi memperalat agama Lo, ulama a...
"Kesucian"
Politisi memperalat jabatan
Ah, itu sudah lama
Politisi memperalat uang
Lah iya, dari dulu begitu
Politisi memperalat agama
Lo, ulama apa ndak gitu juga?
Politisi memperalat kesenian
Itung itung cari tenar, dekat seniman
Tapi ketika Politisi memperalat puisi
Bangsat nya terasa berpuluh kali lipat
Gresik, 23 februari 2019
Bilanglah raja ampat itu Indah Namun ia kalah indah dengan kampung halamanku Titik dimana kaki pelangi jatuh di jalanan Lanskap dimana pa...
Nirmakna
Bilanglah raja ampat itu Indah
Namun ia kalah indah dengan kampung halamanku
Titik dimana kaki pelangi jatuh di jalanan
Lanskap dimana para malaikat berkerumun terpana
Kalau kau cari keindahan,
Lihatlah sopir truk
Dendang dangdut temani trip
Antarkan aneka rupa logistik
Lihatlah anak siswa
Terburu buru ia
Geber motor bapaknya
Takut gerbang tak lagi buka
Lihat para buruh
Berbaju seragam apak
Ingin segera sampai pabrik
Bekerja bak robot non stop
Lihat para pns
Tergopoh-gopoh mereka
Untuk negara tercinta
Tepat waktu langkah nyata
Lihat pengasong
Tiba tiba saja ada
Di kemacetan yang mengular
Tawarkan kudapan
Lihat pekerja jalan
Tak kenal lelah
Kejar proyek rampung
Supaya kembali ke desa
Kekasih mereka langit
Pengasuh mereka ibu bumi
Sahabat mereka aspal tak rata
Teman sehari-hari mereka kemacetan
Dekil muka mereka terkena debu jalanan jalanan
Semua itu bukanlah bahan baku lara nestapa
Atau keluhan perusak hari
Lihat, Bibir mereka tetap basah
Segalanya dipijati oleh cinta selepas tiba
Katakan padaku apa yang lebih indah dari itu semua?
Atau hidup kita hanya seperti kertas putih kosong Nirmakna
Bungah, 19 Februari 2019
Salah apa dengan hujan tengah malam? rintik nya telah jadi kebisuan Sebab telinga sudah tak lagi bekerja Layaknya segala rayuanku padamu ...
Hujan Tengah Malam
Salah apa dengan hujan tengah malam?
rintik nya telah jadi kebisuan
Sebab telinga sudah tak lagi bekerja
Layaknya segala rayuanku padamu
Yang tak lagi kau hiraukan
Ada apa dengan hujan tengah malam?
basahnya tak lagi dirasa siapa
Sebab semua lelap dalam buaian
Persis air mataku karenamu
Yang sama sekali tak basah kau rasakan
Memang nya kenapa dengan hujan tengah malam?
Dingin hawanya tak lagi menggelisahkan
Oleh karena hangat selimut nyaman
Seperti getaran rinduku padamu
Yang selalu kau campakkan
Buat apa hujan tengah malam?
Sunyi nya tenggelam jadi tak bermakna
Ditelan ekstase-ekstase keramaian
Mirip rapal doaku teruntukmu
Yang selalu kau sepelekan
Susah payah aku terjaga sendiri dalam hujan tengah malam
Jelang pagi buta tak kudapati kokok suara ayam
Aku sendiri diam dalam muram
Haru biruku teruntukmu
Sadari hubungan kita yang kian suram
Hujan tengah malam,
Redalah reda.
Gresik, 10 Feb 2019
Awan mendung diarak sang angin Bertiup jauh hingga ke sudut dusun Di kesunyian aku saksikan bulirnya jatuh ke daratan Di keremangan aku c...
Sunyi Desa
Awan mendung diarak sang angin
Bertiup jauh hingga ke sudut dusun
Di kesunyian aku saksikan bulirnya jatuh ke daratan
Di keremangan aku cium wangi tanah ditimpa hujan
Hiruk pikuk kota surut dalam keterpencilan
Sarung bapak tua berjingkat-jingkat tersibakkan
Oleh air yang terhujung jadi genangan
Pulang menuju haribaan
Oleh apakah aku disini tertahan?
Karena kangenku padanya tak tertahankan
Tetapi menjadi geli rasanya ketika aku puisikan
Untuk tuan sang penguasa malam
Bilang padanya aku mendekam dalam kerinduan
Untuk tuan sang penguasa malam
Padanya terapal permintaan perlindungan
Buat apa terus menerus mengulang permintaan
Toh engkau maha tahu segala keinginan
4 Februari 2019
Tak usah kau dengar racauanku sahabat Tentang masjid-masjid yang semakin elit Tentu kau tak akan percaya, Dan selamanya tak akan pernah p...
Masjid Gelandangan
Tak usah kau dengar racauanku sahabat
Tentang masjid-masjid yang semakin elit
Tentu kau tak akan percaya,
Dan selamanya tak akan pernah percaya
Kalau nganggur, Lewatlah di depannya saat malam larut
Jangan heran kalau kau dapati pengayuh tidur di becaknya meringkuk tanpa selimut
Sedang gelandangan tidur nyenyak di gelaran kardus keriput
Sebab mereka sahabat,
Terhalang oleh mewah dan tingginya pagar masjid yang terkunci rapat
Kalau lowong, coba tengok pada hari jumat
Para pengemis antre mendapat receh dari jemaat
Ada pula yatim putus sekolah walau belum tamat
Sebab mereka sahabat,
Terbuntu jalan keluarnya oleh kotak amal yang terawasi kamera dan tertutup rapat
Isi kotak itu hanya boleh lari ke rekening yang semakin minggu semakin gendut
Saat ini mungkin kau tuduh aku menyebarkan ujaran kebencian
Oleh karena hatimu tak sanggup temukan kebenaran
Andai megah mewahnya masjid itu berpindah pada mereka yang terhimpit oleh keadaan
Bunga, 30012019
Maafkan aku kekasih, Lama tak kujumpai dirimu Hingga kujanjikan daku kamu bertemu Apa daya padi sirna diani Dalam ruang kelabu batinku ...
Ingkar Janji
Maafkan aku kekasih,
Lama tak kujumpai dirimu
Hingga kujanjikan daku kamu bertemu
Apa daya padi sirna diani
Dalam ruang kelabu batinku
Jiwa ini serasa dikurung haru
Para benalu menjalari kepalaku
Kerjanya menghendaki tubuh ini layu
Pecah rasanya kepala ini
Tersiksa oleh badut badut politik
Tersisa oleh detik detik jam berputar
Tersiksa oleh penjajah tua renta
Tersiksa oleh kelas kelas sosial yang nisbi
Tapi yang paling menyiksa adalah merindukanmu..
Dalam realita kita tak kunjung berjumpa
Maklumkan dikau mengalah
Mari kita bahagia di ruang Maya
Dipeluk memeluk saling tertawa
Gresik, 22 Januari 2019
Ramai-ramai orang negeriku meniru metode iblis Mantan kanzul jannah si pengemban tugas talbis itu, Hobi banget menyombongkan diri Metode ...
Metode Iblis
Ramai-ramai orang negeriku meniru metode iblis
Mantan kanzul jannah si pengemban tugas talbis itu,
Hobi banget menyombongkan diri
Metode ana khoirun minkum diterapkan dalam segala lini
Merasuk di alam bawah sadar hingga tindakan
Para kuat kekar merendahkan si lemah
Para cantik jelita merendahkan si buruk rupa
Para karyawan merendahkan pengangguran
Para petinggi merendahkan kuli
Para kaya merendahkan miskin papa
Yang punya kuasa merendahkan jelata
Yang usahawan merendahkan karyawan
Yang berilmu merendahkan yang pandir
Yang 'alim' merendahkan yang kafir
Yang mau nyapres nyawapres saling merendahkan
Yang mau nyaleg menganggap diri yang paling hebat unggul digdaya
Hehe, gitu kok mau negeri nya bebas masalah
Wong pemimpinnya saja meniru metode iblis
Masih untung aku yang pengangguran
Memangnya mau merendahkan siapa?
Wong ya di hadapanmu saja aku sudah terendah dari yang terendah
Lirih dalam hati bilang, oh semoga semua itu hanyalah Tahaddus bin nikmah mereka
Gresik, 29 september 2018
Entah aku mau bilang apa hari ini pada Tuhan Para keris di negeriku sibuk turun kasta jadi cangkul Belum lagi heboh Dollar naik jadi 15 ri...
Jatah Kebersamaan
Entah aku mau bilang apa hari ini pada Tuhan
Para keris di negeriku sibuk turun kasta jadi cangkul
Belum lagi heboh Dollar naik jadi 15 ribu
Ramai-ramai 'jamaah' korupsi tertangkap di Timur negeri,
Hehheh, jamaah?aku terkikik geli
Seolah tak ada diksi lain yang lebih pas untuk mengutarakan kebobrokan
Ditengah itu semua, hari ini kita milad 2 tahun, istriku
Duduk bersama makan menu mi goreng hangat lauk ikan asin
Kata orang itu menunya orang miskin
Tapi kalau kataku ini makanannya kaum jet set, kau mau apa?
Kami berdua sangat sibuk bersyukur sehingga makan apa saja, dalam keadaan apa saja,
Semenderita-menderitanya kita tetap selalu bahagia
Atas nikmat waktu ini aku ingin bersyukur pada rabb ku
Tapi maafkan aku juga tak bisa menyembunyikan kegelisahanku
Setiap ulang tahun adalah rahmat
Tapi juga berarti jatah waktu kebersamaan kita yang semakin berkurang
Ulang tahun menambah kekayaan pengalaman dan cerita
Namun, bersamaan ulang tahun detak jantung kita semakin berkurang
Lalu pada ulang tahun nikah ke berapa kita akan berpisah?
Tidak ada para nabi pun setan yang akan tahu
Tapi itu adalah keniscayaan
Pada yang demikian aku ingin bilang pada Mu,
Ijinkan aku dan istriku, salah satu dari kami,
Entah siapa saja yang tertinggal
Terus menerus menyimpan memori
Saat pertama kita bertemu
Saat malam pertama kita
Saat kehamilan pertama
Saat kelahiran putra pertama kita
Saat bertambahnya anak-anak kita, atau saat kita menimang cucu pertama
Saat memutihnya rambut kita
Saat turunnya pendengaran dan penglihatan kita
Saat gigi kita tanggal dan tak mampu lagi berjalan
Higga salah satu dari kita diusap wajahnya demi tertutup kelopak mata
Hingga suatu masa dimana kita sekeluarga entah kapan,
berjumpa lagi dengan Mu
Di sebuah tempat berwarna hijau
Bersujud menciumi rumput-rumput surga Mu
Bersemayam selama sejumlah butir pasir Sahara
Bungah, 5 september 2018
Aku ini badui berotak udang Kelu lidahku berucap fasih Tak sampai memoriku menghafal lantunan pujian Terbata bibirku merapal doa-doa pan...
Badui Tak Pandai
Aku ini badui berotak udang
Kelu lidahku berucap fasih
Tak sampai memoriku menghafal lantunan pujian
Terbata bibirku merapal doa-doa panjang
Tapi suara dari bibir manismu kekasih, oow begitu anggun
Begitu indah, begitu meneduhkan
Biarkan aku si badui ini terus mengagumimu
Meski aku tak pernah sekalipun bertemu parasmu
Pandulah terompahku ini agar berjalan terus di sisimu
Dalam duka rindu dan malu
Aku sampaikan salamku padamu
Gresik 26 juli 2018
Margana Yodha Samana Tembus lah awan, Menggelegar dikau bersama petir disana Hujami ibu bumi dengan hujan Bermuatan cinta ke sega...
Pejuang
Tembus lah awan,
Menggelegar dikau bersama petir disana
Hujami ibu bumi dengan hujan
Bermuatan cinta ke segala
Melesatlah progresif ke depan,
Lurus laiknya ampuh pusaka
Bersinar dengan kembang kejernihan
Berisikan presisi cahaya
Melajulah, angkut semua bawaan
Jangan sendirian membelah samudera
Dan pada tiap-tiap kabin
Disitu engkau jadi nahkoda
Berpaculah dalam patrap keajegan
Teguh dalam nilai dan derma
Berhimpun dalam indah kesejatian
Kebenaran di lubuk dwipa

Follow Us
Were this world an endless plain, and by sailing eastward we could for ever reach new distances