Apabila kejahatanku boleh kulenyapkan Dengan taubat sebebas-bebas rupa Maka ingin sekali kuberikan Jasad sehatku ini pada mu kekasih Biar ta...

Apabila kejahatanku boleh kulenyapkan
Dengan taubat sebebas-bebas rupa
Maka ingin sekali kuberikan
Jasad sehatku ini pada mu kekasih
Biar tak lagi kau mengeluh lumpuh

Bila nyawa ini boleh disedekahkan,
Sini, aku beri 1/3 - 2/3
Atau tidak! 
Sekalian 3/3 buatmu kekasih! 
Demi batal kau masuk pusara

Biar bajingan ini tersungkur saja
Kehilangan nyawa
Lebih baik ia jadi sebersit debu
Yang takan laku diingat kanak-kanaknya
Kerana dosa yang dia perbuatnya

Itu semua kumaksudkan untuk mu kekasih
Biar banyak yang terus menerus tersenyum ketika berjumpa denganmu

Sinar surya janganlah engkau surut
Harus bisa patuh hukum
Sewajarnya bikin semesta riuh
tak boleh bikin hati bergemuruh
Bersinarlah
Bersinarlah Kembali kekasih

Gresik, 18 November 2019

Postingan ini dari salah satu umatmu ya nabi. Pasti usai aku klik Post, kanjeng nabi segera tahu dan bisa segera membacanya. Tak perlu konek...

Postingan ini dari salah satu umatmu ya nabi. Pasti usai aku klik Post, kanjeng nabi segera tahu dan bisa segera membacanya. Tak perlu koneksi internet pun njenengan pasti bakalan tahu. Teknologi reciever gelombangmu pasti lebih canggih dari pencapaian TI kami saat ini.

ini tentunya ditulis dari orang urakan Yang mengaku-aku umatmu, ya habibullah. Kalau kanjeng nabi bener-bener tahu tabiatku dan mau repot-repot ngitung dosa apa saja yang telah aku lakukan, barangkali jangankan menyapa, melirik pun mungkin engkau tak sudi. 

Kalau memang nanti ada adegan dimana kau tak sudi melirikku. Biar saja. Toh aku tetap lari dari kejauhan buat mendekatimu. menerjang lantas memelukmu, Ya Rosul. Benar aku memang tidak punya malu. Tapi aku punya rindu yang menggebu terhadap panjenengan.

Rindu yang tak bisa terpuaskan dengan hanya sekedar ikut acara peringatan maulid nabi di surau, masjid, langgar dan musholla. Maafkan aku ya nabi, sudah lama aku tak ikut acara-acara seperti itu.

Sudah sering aku coba menghayati kehadiranmu disana. Tapi yang muncul cuma sekelebatanmu yang kalah oleh ingar bingar suasana. Oleh bising suara sound system, teriakan puja sholawat padamu, dan riuh bincang kesenangan saat memperoleh berkatan.

Mungkin aku saja yang terlalu ruwet. Tak seperti mereka yang sangat gampang menikmati acara maulid nabi demi menghayati keberadaanmu. Ngapunten kanjeng nabi, aku belum bisa seperti mereka.

Tetapi setiap waktu aku selalu mengingatmu. Dari bangun tidur hingga kembali tidur lagi. Hati ini, meskipun tak selalu tapi berjuang untuk terus mengingatmu. Baik lewat ucapan sholawat atau ingat akan akhlakmu yang menurutku sangat mulia dan semakin langka aku jumpai di masa kini.

Ya nabi, aku betul-betul merindukan akhlakmu pada orang kecil dan miskin. Ya karena aku ini termasuk golongan kelas itu di masyarakat. Pendapatanku tak seberapa. Tak berharta. Dicemooh karena kere. Direndahkan karena tak berprestasi. Dipandang sebelah mata karena tak punya simbol kemapanan hidup di dunia.

Nasib kami orang kecil ini ya kanjeng nabi, cuma untuk ditindas orang besar. Penguasa kami juga makin tak peduli dan kerjaannya kian hari menjerat leher kami. Orang kecil macam kami ini lemah, makanya gampang sekali jadi pihak yang salah.

Tiap hari aku mengingatmu ya rosul. Utamanya cerita-cerita bagaimana perlakuanmu pada si miskin dan si lemah. 

Tentang kisah panjenengan diberi hadiah anggur masam dari orang tak berpunya. Engkau makan semua anggur itu tanpa mau kau bagikan pada sahabat di kiri kanan mu. Sebab bila sahabat yang memakannya, engkau takut ekspresi yang keluar akan sangat menyakiti si miskin karena anggur itu rupanya begitu masam.

Aku hayati penuh cerita itu. Membayangkan mulutmu mengunyah satu per satu anggur kecut itu sampai habis. Berusaha tanpa menampakkan raut kecewa. Dengan tulus kau berjuang menjaga perasaan si miskin itu.

Ya allah ya nabi. Aku betul-betul cinta engkau. Engkau penguasa jazirah Arab. Anggur terenak pasti sering kau makan. Tapi demi perasaan si miskin engkau tahan rasa masam itu.

Sebab aku ya nabi pernah seperti itu tapi dengan ujung cerita yang berbeda. Suatu kali hamba mencoba menyenangkan hati sesama dengan membelikan hadiah. Namun ujungnya dihina karena hadiah itu jelek dan tidak sesuai dengan selera sang penerima. Padahal ya rosul, hadiah itu hamba beli dengan berkorban uang dari pendapatan bulananku yang minim.

Sering aku seperti ini ya nabi, berkorban uang demi menyenangkan orang di sekitarku, tapi malah yang ku beri kecewa. Ya salah ku sendiri mengapa tak sekalian saja pakai uang yang lebih saat beli hadiah. Namun pendapatan ku memang cukup nya beli itu. Bahkan itu pun sudah harus rela ada hal-hal yang harus tak bisa aku beli karena sudah mantap beli hadiah.

Ya biarlah kanjeng nabi, Biar lah nasib si miskin kantong kering di dunia ini dihina seperti itu. Makanya ingat cerita mu seperti itu selalu nancap di perasaanku. Kok ada ya orang di dunia ini yang pernah berlaku seperti itu pada orang miskin. Sebab, sampai sekarang tak pernah aku jumpai orang yang berakhlaq seperti itu.

Kalau engkau katakan, aku sangat dekat dengan orang miskin dan lemah. Betapa gembira nya hati ku. Besar hatiku ya nabi ketika engkau sangat memihak kami, orang kecil ini. 

Kisah tentang betapa mulia akhlakmu itu lah yang selalu berhasil membuatku haru lalu rasanya ingin sekali bertemu denganmu. Kalau bisa ya rosul, aku dan engkau berdua saja. Tanpa orang lain yang mengganggu. Maafkan kalau aku begitu posesif. Karena aku ingin kamu cuma jadi milikku. Meskipun itu rasanya tak mungkin.

Cerita itu lah yang membuatku hatiku teriris hingga ingin menangis merindukanmu. Maaf kanjeng nabi. Aku Bukan manusia pemuja mukjizat agungmu. Padahal mukjizat mu yang paling ampuh, Yang mengalahkan mukjizat beragam nabi pendahulumu. Nabi musa cuma membelah laut, engkau membelah Rembulan. Nabi Sulaiman menaklukkan jin, engkau mengislamkan jin. Nabi Yusuf tampan, tapi kalah oleh keanggunan paras dan akhlakmu.

Beginilah sambungan online ku pada mu ya nabi. Semoga aku dan keluargaku bisa satu surga denganmu. Surga orang-orang yang tak pernah ketemu engkau tapi begitu rindu padamu.

Terima kasih ya allah ya rosul. Telah engkau temani hamba di tiap detik hidupku. Aku titip rindu padaMu untuk kekasihMu, abdan nabiya, Muhammad SAW.

Gresik, 11 November 2019

Ini pukul tiga pagi Dan aku tak sedang menghadapMu dari atas sajadah memangnya jua, kali terakhir kapan aku sembahyang malam Seingatku j...

Ini pukul tiga pagi
Dan aku tak sedang menghadapMu dari atas sajadah
memangnya jua,
kali terakhir kapan aku sembahyang malam
Seingatku jelang kelahiran bayiku saja itu
Karena takutku setengah mati
tak tahu pasti hidup atau tidaknya ia usai lahir

telah lama semua itu
Dan kita bersua kembali di tempat proletar ini
Di stasiun Pasar Turi,
Aku saksikan Engkau lewat mereka
Kaum kecil yang ikhlas menelan getir

Bunyi kereta mendesau
Bunyi toa menggemakan maklumat
Penumpang mulai meninggalkan peron
Ada itu disana Para sopir taksi berjejajalan memembendung laju penumpang yang telah tiba dari Pasar Senen
Pekik antar mereka saling adu semangat tawarkan tumpangan kemana saja

Sedang Pengayuh becak tak mau kalah
Berserobotan mereka
Mengekori salah satu penumpang meski tak berbuah hasil
Sialan, Siapa pula di jaman modern ini
Mau naik becak dini hari demi tiba di tujuan yang jauh?

Sedang dipojokan, ibu muda menggendong bayi
Ayah melambai-lambaikan tangan padanya
Mereka berangkulan, sembab mata mereka berkaca-kaca
Si bayi malah tertawa-tawa

Di sudut lain, ibu tua dari desa
Menantikan tiba anak gadisnya dari ibu kota
Dipeluknya digandeng erat-erat gadis
Bagai pengantin mau dipingit saja

Tuhanku, syahadatku hanyalah untukMu
Aku bersaksi mereka adalah orang yang lebih ikhlas daripadaku
Sebab hamba Tuanku
Tidak rela kehilangan nyenyak tidurku demi cari penumpang
Tidak sampai hati bila harus jauh dari anak istri
Tidak lapang dada bila kerja harus jauh dari ayah bunda

Aku tak siap jadi orang ikhlas ya gusti
Sebab harga ikhlas itu luar biasa besar
aku masih berat hati
kehilangan apa-apa yang kucintai

Gresik, 15 Agustus 2019

#1 Aku Bersyukur Hari ini Karena Allah tidak benar-benar marah padaku. Meski tau aku banyak melakukan dosa. Kalau Kamu serius marah, mudah...

#1
Aku Bersyukur Hari ini Karena Allah tidak benar-benar marah padaku. Meski tau aku banyak melakukan dosa.

Kalau Kamu serius marah, mudah bagi Mu membuat salah satu bagian tubuhku cacat Karena aku lagi-lagi bolong sholat.

***

#2
Aku tahu karirku ini tidak semoncer keluargaku yang lain, tidak menjanjikan seperti para sahabatku yang sudah mapan. Sama umr saja jauh dibawahnya. tapi aku tidak ingin kondisi seperti ini membuat aku tidak survive. Sebab masih banyak saudara-saudaraku di jalanan yang lebih tidak beruntung dari aku.

Hari ini aku tahu kalau gaji kuli panggul bus damri cuma satu juta rupiah per Bulan. Malu rasanya kalau aku tuduh Engkau tidak sayang aku,Gusti.

***

#3
Beberapa minggu yang lalu Aku bilang padaMu. Kalau berkenan tolong kasih aku rezeki. Mau aku buat beliin hp bojoku. Meski ya saat itu kalau mau omong realistis ya mana mungkin dapat banyak duit. Wong pas dagangan lagi ga laku-lakunya.

Min haitsu la yahtasib. Tapi selang beberapa Hari Ada yang borong daganganku. Hasilnya Cukup buat beli hp baru bojoku. Rasanya, takjub. dosaku setinggi gunung tapi masih saja sempat Kamu beri aku bonus setinggi langit.

***

#4
Anakku marga banyak orang bilang dia itu pinter. Belum umur 1,5 tahun sudah banyak kosakata yang bisa dia ucapkan. Sudah mengerti konsep hitungan seperti kalau bawa mainan dua biji pasti dia bilang "Dua, Dua". Dia juga sudah bisa memakai kata untuk mewakili perasaan seperti kaget dan takut.

Sungguh aku Bersyukur banget pada Mu. Dikasih anak yang kata orang pinter. Padahal aku tidak pernah sama sekali punya harapan anakku pinter. Aku lebih ingin anakku jadi dzurriyatan thoyyibah. Anak yang baik. Sebab orang kalau Pinter tok bisa jadi dia memintari orang lain.

***

#5
Ada bapak penjual mainan sederhana dari balon tiup. Disambung dua bagian. Satu lebih kecil untuk digenggam tangan. Berbunyi bila dipencet.

Berkeliling menjaja dagangannya pada siapa saja. Menyusuri Salah satu sudut pedestrian di Kota industri pantura. Tak peduli terik dan jauh kaki melangkah. Demi nafkah keluarga. Meski tiap hari yang didapat tak pasti berapa.

Sementara aku tinggal duduk untuk bekerja. Di ruangan teduh. Tak banyak tekanan. Tak perlu panas panas mengasong. Tentu Dengan hasil pasti tiap Bulan. Plus tambahan penghasilan dari bisnis sampingan.

Pada bapak itu aku katakan: kamulah kekasih sejatiNya

***

#6
Kemarin malam dapat mimpi aneh. Keluar berdua sama anakku marga Naik motor. Kesana kemari berapa ruas jalan digenangi air tumpah ruah.

mimpiku itu rupanya kejadian yang aku alami keesokan harinya. sebenarnya aku mau menginap di rumah ortu. Ninggal marga sama istri di bungah. Eh ndilalah tidak jadi. Aku disuruh menginap di bungah saja. Sebab banyak makanan sisa jamuan acara ibu mertuaku yang tidak termakan akibat banyak undangan berhalangan hadir.

Anak. Jalan. Air tumpah ruah. Adalah keyword dariMu buat menyapa aku. Terkadang Kamu bisa sejahil itu Kekasih.

***
#7
Wahai Kekasih, diluar sana bilang bahwa beragama tidak boleh pakai akal dan perasaan. Aku sungguh tidak mengerti Kekasih.

Bagaimana menemukanMu tanpa akal. Sedang Kamu sendiri meminta kami untuk memakai akal kami. Kau suruh kami untuk tafakkur pada alam dan tadabbur pada Quran.

Meskipun bukan berarti dengan mengatakan akal Penting maka dengan begitu aku menuhankan akalku daripada Kamu. Sebab hardware logika dan rasio manusia terbatas dibanding milikMu. Seperti kisah Musa dan Tuanku Khidir. Seperti bukit tursina yang meleleh Dan Musa yang pingsan kala baru HawaMu saja yang Kau tampakkan.

Bagaimana mungkin agama tanpa perasaan. Seseorang yang rindu kekasihMu Muhammad, datang jauh-jauh dari tanah airnya ke makam nabi. Ketika disana dia menangis tersedu karena kangennya terobati. Mendadak ada petugas mengharamkan tangisan itu. Apa Tak boleh menangis karena perasaan rindu pada Mu dan KekasihMu?

Pun Abu Bakar pun sering menolak jadi imam sholat. Sebab ketika membaca Quran dia selalu menangis haru hingga tersedu lalu batal sholatnya.

Pun Umar bin Khattab, menundukkan rasio nya dan mau mencium hajar aswad karena perasaan cintanya yang mendalam pada KekasihMu. Kalau bukan karena Muhammad mencium Batu ini maka aku tidak akan menciumnya.

Sungguh beragama tanpa akal dan perasaan sangat kering bagi jiwa. Ngapunten jika aku lancang ngomong ngawur seperti ini Gusti. Ngapunten sanget.

Aku cuma mau bilang bersyukur karena ada cinta di hidupku dari Mu.

***
#8
Bagaimana manusia hidup tanpa perasaan cinta padaMu. Tak bisa kubayangkan. Pasti hidup sungguh serba kaku. Tanpa perasaan kasih sayang hidup hanya berjalan tanpa keindahan.

Seorang pelacur masuk surga karena memberi minum anjing di padang tandus. Padahal dirinya sendiri sangat butuh minum. Apabila dia mengkebiri perasaan ibanya dan lebih nurut dalil fiqih untuk bersedekah pada diri sendiri yang utama. Boleh jadi tidak akan ada adegan rela berkorban yang agung seperti itu.

Engkau memang Maha Pengasih Dan Penyayang. Kau masukkan wanita pelacur itu dalam Surga. Tolong Kau perbanyak cinta di dadaku Gusti, seperti yang Kau anugerahkan pada Wanita Pelacur itu!

***
#9
Engkau bilang, Tidak Aku ciptakan Alam semesta dan seisinya kalau bukan karena aku cinta pada Muhammad. Apa informasi ini tidak jadi acuan beragama boleh pakai perasaan? La Wong Gusti Allah sendiri bilang begitu. Apa tidak boleh kita tuduh Dia sebagai Yang Maha Berperasaan (cinta).

Ibrahim mencari cari Tuhan dengan akal nya. Dia melihat berhala, matahari, bintang dan bulan namun sadar tidak ada yang patut disembah kecuali setelah dia menemukanMu. Apa ini bukan namanya fungsi akal dalam beragama? Meskipun kualitas akal Ibrahim pasti beda jauh dengan kita.

Aku bersyukur padaMu sudah kau beri anugerah akal dan perasaan. Aku berdoa semoga yang kaku karena menafikan akal dan perasaan jadi lebih cair dan santai.

***
#10
Tuhan, bukan aku mengesampingkan dalil dalil agama. Dalil bagiku sangat penting. Bagaimana kita tahu apa yang Kau ridhoi dan apa yang KekasihMu lakukan tanpa bantuan dalil.

Namun Ada berapa dalil yang menurutku sangat tak masuk akal. Sangat bertentangan dengan syariatMu.

Misalnya dalam fiqih sholat Bab wudhu. Banyak dibahas macam air apa saja yang najis dan menyucikan, sangat detail dan komplit. namun, fiqih menghukumi meski Kita wudhu pake air curian tetap sah wudhu kita.

Dalam fiqih pun menyebut meskipun sholat pakai baju curian tetep sah sholat. Membuat masjid dari uang haram tetep sah masjid tersebut.

Padahal Kau sendiri bilang, jangan mencampur yang haq dengan yang bathil.

Meski begitu aku tetep berprasangka baik pada ulama fiqih dan tetap menghormati keputusan tersebut. Aku tak mau mendebat orang cerdas, para kiai, para ulama, para ustadz, para habib, para masyayikh yang menguasai banyak dalil. Sebab siapa aku ini. Aku cuma si pendosa besar. Baca Quran saja masih gratal-gratul kok merasa pantas mendebat mereka. Tidak ada kepantasan sedikitpun dariku untuk menilai-nilai para penerus Nabi itu.

Tuhan.kalau dengan kalahnya aku, hancurnya reputasiku, dicap bodoh, dicap sesat, dicap kafir, menyimpang, murtad apapun itu aku terima. Aku rela demi utuhnya persaudaraan sesama muslim.

Maka diam dan Tak saling adu kebenaran adalah cara terbaik untuk menghindari pecahnya persaudaraan.

Dan aku mulai bertekad untuk memperbanyak persamaan daripada terus mencari-cari perbedaan kepada mereka yang berbeda pandangan. Ide Mu memperlakukan perbedaan menurutku Sangat dahsyat. Satu-satunya kemungkinan untuk memperlakukan Perbedaan adalah dengan cara ditaarufi.

semoga engkau pelihara persaudaraan diantara kami dengan Berkah dariMu.
***
#11
Sakelek-eleke uwong digoleki apik e. Tapi yang terjadi di sekitar ku adalah sakapik-apik e uwong digoleki elek e.

Lantas dengan modal seperti itu minta laba persatuan. Mikir?

#12
Pernah Ali bin abi thalib melihat rasul mengusap bagian atas alas kaki (khuf) nya bukan bagian bawah alas kaki nya. Dalil seperti itu dibilang agama nggak boleh pakai akal.

Aku rasa dalil ini Sangat dan SANGAT tidak bertentangan dengan logika. Dalil ini Sangat bisa dicerna akal sehat. Dimana-mana kalau ada orang bersihkan alas kaki nya. Sepatu misalnya. Yang disemir kan ya bagian atas nya saja toh? Pernah lihat ta orang nyemir sepatu sak ngisor2e disemir? Untung kanjeng nabi orangnya pinter.

Atau kalau wudhu kentut tapi dibasuh bukan pantat. Tapi muka. Itu juga enggak bertentangan sama akal kok. Oh berarti ketika kita tidak suci, atau katakan saja bermaksiat. Misal mencuri terus ketangkap polisi dan diliput media, pasti yang malu Kan wajah toh? Sehingga wajah ditutup rapat-rapat.

Lah kedua argumen diatas Kan malah mengamini dalil shahih toh. la kok masih dituduh aku ini (dan masih banyak seperti aku di luar sana) mendeskreditkan agama dan lebih memuja akal semata.

Jadi mengapa masih mempertentangkan agama dan akal. Mungkin lo ya mungkin. Dalil dari Ali bin abi thalib itu cuma peringatan supaya berprinsip hati-hati khususon buat mereka yang cenderung kurang bisa memakai akal sehat nya untuk mesra sama Allah. (Jarang dilatih sih akalnya, makanya begitu. Sepurane ojo nesu lur)

Makanya juga ada rumus kalau tidak bisa dijangkau akal jangkaulah dengan Iman. Samikna wa athoqna. Manut. Wenak manut iku he! Aku ae yo seneng. karena instan, praktis dan Gak pegel mikir.

(Tapi Ada juga orang-orang yang level beragama nya tinggi dan lebih mulia. Yaitu orang yang Tanpa pencarian, tanpa proses, tanpa logika, tanpa mengutamakan penjelasan dulu. Tanpa itu semua langsung bisa menerima dengan modal Iman. Nggak apa apa begitu. Malah itu beragama yang bagus. Tapi sayang nya tidak semua orang seperti itu. Dan jangan paksa semua orang seperti itu)

Asal tahu saja untuk Ali bin abi thalib, tahu sendiri kan rasul saja menjuluki Ali sebagai pintu pengetahuan (baabul ilmi). Sementara rasul adalah kota raya pengetahuan (madinatul ilmi).

Lah kalau Ada orang yang diberi pemahaman lebih sama Allah melalui akal Nya terus dengan cara seperti itu dia jadi hamba yang lebih mendekat padaNya. baik dengan manusia dan makhluk Allah lainnya kok ya masih dinyinyiri. Katanya kurang beragama lah, beragama karepe dewe lah. Sesat memuja akal Tok lah.

Ealah mplok-mploken dewe suargomu iku. Aku wes pegel nanggepi kowe yem yem. Tanpa sadar kamu kok ya kaum takfiri padang pasir juga. Ternyata oh ternyata. insyaflah nak.

#13
Ya Allah maafkan aku yang sering  tidak bisa menemukan Mu di masjid megahmu atau di licin bersihnya baju koko. Namun di rumah sakit aku malah menemukan Mu.

Aku kagum sama hamba-hamba yang mencintai Kamu. Di lorong rumah sakit pasien yang katanya sakit itu malah gembira. Bercanda bersama cekikan antar sesamanya.

Para emak-emak yang mau fisioterapi itu mencoba menghibur diri. Salah seorang melemparkan tebak-tebakan, pinter mana dokter sama dukun?

Dokter kalah sama mbah dukun. Sebab kalau periksa ke dukun belum juga ngomong keluhan sepatah kata pun, sang dukun sudah tahu penyakit kita. Kalau dokter masih tanya ngalor ngidul, lama baru menyimpulkan penyakit pasien.

Ealah neng, dukun iku nek duwe duwit dirukun. Gaduh derai tawa mereka membuat panggilan nomor antrian jadi tak terdengar.

Betapa cerianya rakyat di lapisan paling bawah. Yang katanya mereka paling menderita dihimpit aneka problema. Meski sakit tetap saja hahahihi. Ora kok jadi tertekan terus Mrungut ae.

Ya Allah itu sungguh ilmu buatku. Betapa bahagia adalah dengan cara gembira. Gembira karena menikmati anugerah sekecil apapun dari Mu.

***
#14
Akibat tak pakai akal. Pakai nya emosi. Emosi panik pisan. Wes tambah. Ada paket bungkusan kecil sampe rumah. Karena terpengaruh berita hoax di medsos yang katanya narkoba akhirnya yakin juga kalau itu isinya narkoba.

Ndilalah ternyata salah sangka. Jadi korban berita hoax. Ealah rupanya adekku yang nebeng alamat untuk beli sendok buat kado temannya. Lah ga bilang sih.

Kadang Tuhan bisa sebercanda itu..

***
#15
Aku tak bisa menemukanmu dalam banyak slogan, halal, syariah, taqwa, iman, dll. Yang Aku bahagia adalah mencari kehadiran Mu dalam setiap kebetulan hidup Ku.

Pagi ini lagi-lagi Kamu sengaja ikut campur ketika aku ngalah dalam mengantri. Tak aku sela giliran orang pun juga tak minta aku didahulukan. Tapi bapak sebelahku mengatakan pada penjual bubur untuk mendahulukan aku.

Itulah keajaiban yang bikin aku merasa kehadiran Mu

***
#16
Tuhan, aku bersyukur karena sudah lama aku tak sakit. Tapi kalau tiba-tiba aku sakit maka aku kan bilang, "Tuhan aku bersyukur barusan aku resmi sakit".

***
#17
Kerja dekat rumah itu enak sekali. Itu saja yang mau aku bilang pada Mu hari ini.

***
#18
Aku sama istriku harus tidur rumah sakit lagi. Anak marganaku opname karena diare. Tetap ikhlas. Tetap ridho sama Kamu meski ini semua tidak nyaman menurut ukuran orang kebanyakan. Yakin ae, Karena pasti ini yang terbaik.

Terlebih sakit adalah rezeki. Hal itu bisa berlaku demikian bila anda melihat sakit ternyata malah mendatangkan banyak keuntungan, laba, profit atau bathi. Bathi quality time Sama keluarga, bathi sabar, bathi ketabahan, bathi kedewasaan, bathi tawakal.

Terakhir (dan nggak usah diharap-harapkeun) baru bathi duit. Karena yang besuk bawa amplopan. Sementara biaya pengobatan ditanggung penuh sama bpjs. Heuheuheu.

Hutan jelang malam Tertimbun gelap suram Kala rekah sirna Bayangmu kembali datang Kepadaku yang sendiri Di tengah hutan sepi Tersesat ...

Hutan jelang malam
Tertimbun gelap suram
Kala rekah sirna
Bayangmu kembali datang
Kepadaku yang sendiri
Di tengah hutan sepi

Tersesat oleh gelap
Ditumpuk rimba hitam pekat
Tak berbekal apa-apa
Tak berkawan siapa-siapa
Hanya menenggak dusta
Hanya menipu semesta

Engkau lari sendiri
Tak hiraukan aku yang sunyi
Dimana kita saling mencinta,
Dahulu kala

Matilah aku pasti
Bila tak segera ketemu
Jalan kembali menuju desa

Bungah, 14 Juli 2019

Kalau semua infinity stone terkumpul. Dan gauntlet nya sudah aku pakai di tangan kanan ku. Maka sebelum menjentikkan Jari aku akan berniat u...

Kalau semua infinity stone terkumpul. Dan gauntlet nya sudah aku pakai di tangan kanan ku. Maka sebelum menjentikkan Jari aku akan berniat untuk menghapus populasi manusia yang memiliki unsur dholim. Khususnya para penguasa yang dholim pada rakyat nya.

-Okay, KLIK!!!-

Eh ternyata aku juga ikutan musnah. Karena aku juga pernah dholim, pernah kafir pernah aniaya pada saudara. Maka mohon maafkanlah seluruh kesalahan dan dosa-dosa saya kepada saudara

Rasa-rasanya kok kurang bisa diterima akal sehat.  Apabila ada satu, segelintir, sekumpulan pihak yang merasa lebih tinggi derajatnya. Lebih...

Rasa-rasanya kok kurang bisa diterima akal sehat.  Apabila ada satu, segelintir, sekumpulan pihak yang merasa lebih tinggi derajatnya. Lebih pintar, lebih merasa ngerti, lebih berhak mewakili, lebih menguasai, lebih sah menggurui kepada sekian banyak rakyat (yang jauh lebih cerdas) di bawahnya.

Mungkin, karena itu juga, dalam islam rumah Allah adalah kabah. Bentuknya kubus, yang tidak ada filosofi hierarki sama sekali. Baik bawah maupun atas semua nya sama. Tidak ada satu sudut yang lebih tinggi dari yang lain.

Pun Prof Mahfudz MD dan Maulana Abdurrahman Wahid setuju. Kalau dalam islam tidak mengenal pola dan konsep bernegara yang jelas dan formal.

Lebih jauh, Kanjeng Nabi pun tidak membuat Piagam Madinah seorang diri. Namun semua rakyat Madinah dikasih kesempatan urun rembuk untuk membuatnya. Kanjeng Nabi hanya bertugas mengkonsolidasi dalam hal perkara besar selevel bikin konstitusi negara.

Lalu bagaimana dengan nasib kita sekarang? Mungkin Kanjeng Nabi akan tertawa melihat kita. Yang eyel-eyelan, yang gelut, gontok-gontokan, yang saling bertengkar demi merelakan diri untuk diwakili, dipimpin, dikuasai oleh para penipu.

Gresik, 12 Mei 2019

Tuhanku, kalau memang ada kuasamu Yang menyiapkan aliran sungai bening di ujung pembaringanku Saat haus bersua, maka ku kan bersenang hati...

Tuhanku, kalau memang ada kuasamu
Yang menyiapkan aliran sungai bening di ujung pembaringanku
Saat haus bersua, maka ku kan bersenang hati untuk menahan dahaga

Illahku, kalau ada pangkal kurma buat aku bersandar
Tatkala aku goyangkan, buah kurma jatuh di depan haribaan
Ketika lapar tiba, maka ku kan bahagia menunda boga
Namun aku bukan Maryam kekasih spesialmu
Yang kau hamparkan kekhususan istimewa itu

Aku adakah aku
Budak nafsu dunia
Tak kan bisa kerongkonganku kering lebih dari satu jam
Tak kan bisa perutku tahan tanpa seporsi kenikmatan
Tak kan bisa lidahku mengecap tanpa kulinerisme
Tak kan sanggup kelaminku tidur sejenak dari aurat menggiurkan

Tapi mohon dengarkan pengakuan kecilku kekasih
Hamba sialanmu ini dalam hati kecilnya sangat tidak senang bulan puasa datang
Sementara jutaan muslim saudaraku
Dalam ekspresi wajahnya, suasana hatinya, tradisi budayanya, status medsos nya,
Berisi ragam suka cita akan kedatangan ramadhan

Namun Malikku,
Yang kurasakan hanyalah gusar hati
Berpadu dengan rasa terganggu, ketidaknyamanan, kesengsaraan, ketidaksenangan
Keterbatasan sungguh mengekang
Merepotkan sekali bila ramadhan datang

kupaksa sekuat tenaga diriku
untuk sembahkan upawasaku
Tak ada alasan lain,  karena ku cinta padamu

Bungah, 1 Ramadhan 1440 H

Hidup sejatinya adalah keluasan Bukan beragam kamar berpintu, tapi satu kamar beragam pintu Namun, hidup manusia jaman now adalah harga ma...

Hidup sejatinya adalah keluasan
Bukan beragam kamar berpintu, tapi satu kamar beragam pintu
Namun, hidup manusia jaman now adalah harga mati untuk salah satu pilihan berikut

Antara komunisme atau liberalisme
Antara sosialisme atau kapitalisme
Antara pengusaha atau buruh
Antara konglomerat atau proletar

Antara islam atau non islam
Antara dunia atau akhirat
Antara syariat atau hakikat
Antara islam sunni atau syiah

Antara demokrasi atau khilafah
Antara nasionalis atau agamis
Antara moderat atau radikal
Antara kontemporer atau konservatif

Gegap gempita mereka menuhankan idealisme kerdil sembahannya
Tak tahu padahal mereka terjerembab pada ruang kesempitan
Kekasih beri luas hamparan bumi
Alam semesta kian berkembang meluas
Namun mereka memilih kesempatan untuk kesempitan

Ditipu oleh pelaku dholim global yang sengaja membuat mereka tidak berdaulat pada hidup
Efek nya adalah kebencian, pertentangan, perlawanan, konflik dan perang demi mempertahankan sesembahan mereka

Namun, aku disini senyum-senyum saja
Karena kekasihku beri gelombang baru
Tentang generasi dari timur
Mentari yang punya rumusan hidup berbeda dan mencerahkan

Bungah, 4 mei 2019

Hari-hari dijalani bagai Sepeda rongsok Pagi buta Ayam berkokok Mengular demi kebutuhan Pokok Sembuhkan beragam Borok Dari subuh hingga ...

Hari-hari dijalani bagai Sepeda rongsok
Pagi buta Ayam berkokok
Mengular demi kebutuhan Pokok
Sembuhkan beragam Borok

Dari subuh hingga pulang Blekok
Ramuan obat tiap hari Dicekok
Tak ada sehat karena tak Cocok
Hari berulang berharap pulih dari Keok

Sampai kapan si sakit rasakan Bobrok
Oleh sistem yang disumbang Perokok
Hati kami terus diobok-obok
Wahai pemimpin jangan cuma melongok
Capek ku lihat kalian cekcok

Gresik, 25 April 2019

Selamat tinggal eksistensi Dimana hidup sangat berurusan dengan puja-puji Pamer sana pamer sini Demi ambisi akan gengsi Aku lelah mengur...

Selamat tinggal eksistensi
Dimana hidup sangat berurusan dengan puja-puji
Pamer sana pamer sini
Demi ambisi akan gengsi

Aku lelah mengurusi hari hari
Manusia dipaksa jadi amfibi
Ya hidup di dunia asli
Juga berkeliaran di hutan maya fiksi

Aku ucapkan selamat tinggal eksistensi
Para petani sudah lelah dikebiri
Belatung-belatung pembatal ani-ani
Sampai jumpa, selama datang ya rabbi

Gresik, 5 April 2019

Ulama 'official' bilang kalau golput haram Mari sebaiknya bijak bersikap Mari hormatilah ulama Jangan sakiti hati mereka Dengan ...

Ulama 'official' bilang kalau golput haram
Mari sebaiknya bijak bersikap
Mari hormatilah ulama
Jangan sakiti hati mereka
Dengan membantah, menggugat
Apalagi sampai menertawakan
Tapi, kalau kamu mau kualat
Silahkan saja lakukan

Mohon jangan gugat fatwa mereka
Sebab mereka adalah warosatul anbiya
Mereka adalah penerus Kanjeng Nabi
Ilmu agama jangan kau ragukan
Kitab suci, kitab hadits, kitab kuning
Mereka selami apa yang tak kau pelajari
Sedang kau cuma kuli

Hanya saja ada secuil nalar
Yang ingin aku utarakan
Biar saja aku kualat tapi nurani aku pertahankan
Tentang cara berpikir jangkep
Runut ke belakang
Kalau golput haram lantas bagaimana,
Fatwa untuk kampanye
Fatwa untuk pemilu
Fatwa untuk bikin pemerintah
Fatwa untuk berkuasa
Fatwa untuk bikin negara
Sedang sang mutiara pun tak pernah mencontohi dan merasa diri jadi raja

Atau berpikir kiri kanan
Kalau golput haram
Apa fatwa untuk kampanye hitam
Kemudian Kampanye uang
Lalu Pencitraan palsu
Terus Hoax Hoax sampah
Ujungnya Adu domba pemecah kesatuan

Orang putih dikambinghitamkan
Bila kekacauan terjadi itu semua karena sikap golput
Padahal mana ada orang golput bikin ribut
Yang ada tuh cuma dari dua kubu yang saling gaduh

Golput atau tidak kekacauan tetap terjadi
Golput atau tidak, tangan lemah tetap tak bisa andalkan tangan kekar
Sebab, ketika tangan kekar naik tampuk
Kerjanya cuma sibuk menumpuk-numpuk kekuatan

Gresik, 27 Maret 2019

Barangkali kalau melihat Cak Kaspolan anda akan bersedih hati sekarang. Sebab, kini dia itu menyedihkan nasibnya. Menafkahi anak istrinya sa...

Barangkali kalau melihat Cak Kaspolan anda akan bersedih hati sekarang. Sebab, kini dia itu menyedihkan nasibnya. Menafkahi anak istrinya saja tidak bisa layak. Lha, kerjanya cuma jadi karyawan toko retail kecil. Saban awal bulan gaji yang diterimanya tidak sampai Uang UMK. Itupun pasti langsung ludes banyak sebab buat bayar uang iuran. Sisanya baru dikasihkan buat hidup anak istrinya.

Oleh karena itu, banyak orang di sekitarnya sedih akan nasibnya. Terlebih kalau dibandingkan dengan dulu waktu dia kerja di perusahaan. Nyebut nama perusahaannya aja orang udah terkesima dan menyimpulkan pasti gajinya banyak. Belum lagi kalau mau nerima amplopan. Kerjanya juga mentereng, bisa ketemu orang-orang penting skala provinsi maupun nasional.

Satu dua kali ekspresi getir orang yang masuk ke telinga Kaspolan membuat dirinya ikutan bersedih. Owalah kasian kerja jadi pegawai toko. Kerjanya lama, gajinya sedikit. Slentingan macam itu pernah masuk ke telinganya. Tapi bukan Cak Kaspolan kalau dia tidak merdeka dan bebas dari standar-standar picisan orang-orang awam di sekitranya.

Di satu sisi dia mengapresiasi bahwa rau getir itu adalah salah satu bentuk kegetiran. Namun, selama dirinya tidak mencuri, menyakiti, dan membunuh maka tidak ada hal yang perlu dibesar-besarkan sebagai suatu rasa malu.

Terlebih dari posisinya yang katakan orang miskin, orang kecil menurut sebagian orang, dirinya justru merasa bahagia. Itulah Cak Kaspolan yang saya kenal. Naik turun kehidupan selalu ada saja celah untuk dirinya bebas. Bahagia dan merdeka dalam cara pandang yang dia bangun.

Satu kali pernah aku mengobrol dengannya selepas magrib.

“Cak, sampeyan dibilang orang-orang sekarang itu kere”

“Terserah orang bilang aku kere, kalai menurutku aku kaya, mau apa?”

“Kaya dari mana cak, sampeyan ini ngasih nafkah anak istri aja masih gratal-gratul”

“Tuhan beri rahmat ke aku lewat jalan apa saja. Mau lewat uang banyak. Uang sedikit. Musibah. Atau utang”

“Maksudmu cak?”

“Gini lo, kan rejeki itu nggak melulu ketika anda lapang dan senang saja tho? Keadaan kayak aku ini juga termasuk rejeki”

Dengan keadaan serba terbentur, terhimpit, kepepet, megap-megap, Kaspolan jadi GR dekat dengan Kanjeng Nabi. Kalau dulu dia merasakan kejayaan (semu) dia tidak pernah mendapat rezeki mesra dengan Allah dan Kanjeng Nabi. Tapi kini begitu yang dia rasakan sebaliknya.

Ya betul orang bilang Kaspolan adalah orang kecil, miskin, bodoh, dan rendahan. Tapi di titik lapisan social yang rendah sekali macam begitu dia malah punya sambungan kemesraan yang tinggi pada Allah. Khususnya kepada Kanjeng Nabinya yang sangat memuliakan orang kecil, orang pinggiran.

Cak Kaspolan bercerita, (jangan dicoba cari keabsahannya, sebab dia juga bukan ustadz bukan apa) suatu hari Nabi dapat anggur dari orang miskin yang kebetulan lewat. Anggur SI Miskin itu ia makan habis tanpa menghiraukan Abu Bakar di sampingnya. Hingga Abu Bakar pun protes, kok dimakan sendiri sih Nabi? Kanjeng Nabi pun menjawab, kalau aku berikan ke kamu, aku tak kuasa membiarkan hati Si Miskin itu akan terluka. Sebab anggurnya tiada yang manis.

Kisah lain juga menunjukkan cara nabi begitu memuliakan orang-orang rendahan, lanjut Kaspolan. Pernah suatu ketika ada orang badui belum pernah bertemu Kanjeng Nabi thawaf sendirian memisahkan diri dari rombongannya. Dia sengaja demikian karena tidak bisa mengahafalkan dan melafalkan doa thawaf dengan baik. Maka dia cuma berthawaf sambil mengucap Ya Karim yang diulang-ulang. Tak disangka Nabi yang melihatnya mengikuti di belakangnya sambil menirukan ucapannya. Hingga di akhir kejadian Nabi menyampaikan padanya bahwa Si Badui nanti akan menjadi salah satu pendampingnya di Surga kelak.

Jadi jelas mengapa Cak Kaspolan tawanya selalu riang meski dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Sebab dirinya tahu ada perlakuan istimewa dari idolanya hanya untuk orang-orang sejenis mereka.

Kaspolan sangat memimpi-mimpikan hal itu terjadi padanya. Karena dia orang kecil, orang rendahkan, kurang pandai, tidak kaya. Berharap sedemikian besar suatu saat nanti bertemu dan disapa kanjeng nabi yang pernah suatu masa beliau bilang, aku dekat dengan orang miskin dan orang lemah.

Namun, seketika ingatan Kaspolan berbelok pada dosa kecil dosa besarnya. Mimpi itu menjadi tak sekuat sebelumnya.

Presiden Jalanan Rusak Tentu barangkali asyik kalau kita punya presiden yang punya segala kelebihan di atas level kita. Punya aura kes...


Presiden Jalanan Rusak

Tentu barangkali asyik kalau kita punya presiden yang punya segala kelebihan di atas level kita. Punya aura kesederhanaan, dekat dengan rakyat, kesahajaan dan skala kedermawanan yang kebanyakan orang memuji-mujinya.

Atau kalau mau omong pamor, harta, pangkat, jabatan, dan segala macam materi lain. Tentu asyik dong. Kita mau punya calon pemimpin yang tegas, berkarakter dan berwibawa.

Atau bisa parameter lain yang lebih spiritual. Misalnya derajat kepriyayian, keulamaan, spiritualitas, religiusitas. Rakyat mana yang tidak takdhim kalaau ada pemimpin yang sangat alim dan dekat dengan Tuhan. Pasti Tuhan ikut andil memberikan jalan keluar atas permasalahan negara ini.

Tapi  yang begitu-begitu itu sangat mudah dieliminir dari kriteria saya untuk milih presiden. Utamanya dilatarbelakangi saat tulisan ini turun.

Kalau anda Wong Nggersik (Orang Gresik) sedikit banyak anda tahu kalau sekarang kondisi jalan Bungah-Gresik sedang ‘seru-serunya’. Kata Orang Gresik, seru itu berarti sangat. hematnya, 'sangat keterlaluan', mungkin itu makna yang paling dekat dengan fakta di lapangan.

Ini hanyalah tulisan sampah yang inspirasinya saya unduh dari setan usil. Usil maksud saya begini, tidak perlulah hebat-hebatan dalam identitas diri. Coba bapak-bapak sekalian ikut sayembaranya Orang Gresik. Panitianya adalah pengguna jalan Bungah-Gresik atau arah sebaliknya.

Caranya gampang, ambil motor bapak. Pakai satu hari satu kali pergi pulang melewati jalanan yang ‘sangat seru’ itu. Barangsiapa mengeluh satu kali saja. Maka anda saya katakan TIDAK PANTAS menjadi presiden dan wakil presiden saya.

Mengeluh itu indikatornya bisa satu kata, satu kalimat, dan satu desahan bernada kesal. Atau kalau mau radikal anda berkata kotor, dalam hati pun monggo silahkan tidak ada yang tahu. Tapi begitu anda melakukannya, maka anda harus sadar bahwa anda kurang mampu memimpin rakyat Indonesia. 

Dalam segi ketahanan, ketangguhan, ketabahan, daya survive dari tekanan, anda dikalahkan oleh mereka. Mereka adalah sang juara, pendekar, jawara sejati, undisputed champion atas masalah pelik yang selalu membelit hidup mereka, yang Negara saja tak mampu jadi penyelamat mereka. Apalagi presiden atau cuma sekedar caleg.

Gresik, 15 Maret 2019



Lantas, jika golput itu tak elok Bagaimana dengan kebobrokan ini semua presidential tresshold Perang di medsos Politik biaya tinggi Pe...

Lantas, jika golput itu tak elok
Bagaimana dengan kebobrokan ini semua

presidential tresshold
Perang di medsos
Politik biaya tinggi
Pemicu korupsi sana-sini
Rakyat terpaksa dipilihkan pemimpin
Tapi kita dikibulin
Pilpres itu memilih langsung
Lansung, mbahmu!

Belum lagi,
Puluhan Perpecahan horizontal
Hingga hilang akal
Bahkan hilang nyawa
Politik identitas membelah
Jeda kampanye terlalu lama
Sampah visual dimana-mana

Kalau nanti menang,
Bongkar pasang UUD yang katanya harga mati
Presiden tak punya limitasi pengajuan hutang negara
Proyek asal bikin tanpa rencana matang
Gusar gusur demi proyek jadi
Media didikte kepentingan
Dan menghamba kepentingan
Nurani, fakta ah itu nomor dua

Lalu, Pantas kah harga suara kita dibayar dengan semua borok itu
Terus menerus ditipu
Tapi tak merasa ditipu

Rakyat hidup berselimut tipu daya
Sebab, di luar selimut
Cuma dingin udara

Di langit muncul istilah-istilah
Pasca negara,
Kecerdasan kolektif,
Itukah jawabannya?

Bungah, 28 feb 2019